Media90.id – Informasi mengenai lowongan kerja PT Japfa 2026 beredar di media sosial TikTok. Unggahan tersebut menawarkan sejumlah posisi pekerjaan dengan klaim gaji mencapai Rp7,5 juta per bulan.
Informasi itu diunggah oleh akun TikTok “sriwahyyuniiii”. Dalam unggahannya, akun tersebut mencantumkan sejumlah posisi pekerjaan, mulai dari operator produksi hingga staf gudang.
Namun, pencari kerja perlu berhati-hati sebelum mengikuti proses pendaftaran yang tercantum dalam unggahan tersebut.
Penelusuran terhadap informasi tersebut menemukan adanya ketidaksesuaian antara klaim lowongan yang beredar di TikTok dengan informasi rekrutmen pada kanal resmi PT Japfa Indonesia.
Lowongan Diklaim Tawarkan Gaji Rp7,5 Juta
Dalam foto yang diunggah akun TikTok tersebut, terdapat narasi yang menyebut PT Japfa Indonesia sedang membuka lowongan kerja untuk periode 2026.
Unggahan itu mencantumkan sejumlah persyaratan bagi calon pelamar, termasuk kesempatan bagi pencari kerja berpengalaman maupun tanpa pengalaman.
Rentang usia yang dicantumkan dalam unggahan tersebut adalah 18 hingga 45 tahun.
Selain itu, informasi tersebut menawarkan gaji hingga Rp7,5 juta per bulan serta sejumlah fasilitas, seperti seragam, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan.
Klaim tersebut tentu terlihat menarik bagi pencari kerja. Namun, masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai informasi tersebut sebelum memastikan kebenarannya melalui kanal resmi perusahaan.
Sejumlah Posisi Dicantumkan
Beberapa posisi yang tercantum dalam unggahan TikTok tersebut antara lain:
- Operator produksi
- Packing/pengemasan
- Quality Control
- Admin gudang
- Staff warehouse
- Helper produksi
Para pelamar kemudian diarahkan untuk melakukan pendaftaran melalui tautan yang tersedia di bio akun TikTok tersebut.
Instruksi semacam ini perlu diperhatikan dengan cermat karena proses pendaftaran pekerjaan idealnya dilakukan melalui kanal resmi perusahaan.
Tautan Bio Mengarah ke Formulir Data Pribadi
Penelusuran terhadap tautan yang dicantumkan pada bio akun TikTok “sriwahyyuniiii” menemukan bahwa tautan tersebut mengarah ke sebuah laman formulir digital.
Formulir tersebut meminta pengguna memasukkan sejumlah data pribadi, termasuk nama lengkap dan nomor Telegram.
Kondisi ini menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pencari kerja. Pengumpulan data pribadi melalui formulir yang tidak jelas asal-usulnya berpotensi menimbulkan risiko penyalahgunaan data.
Karena itu, sebelum memasukkan informasi pribadi, pencari kerja sebaiknya memastikan terlebih dahulu bahwa tautan pendaftaran benar-benar berasal dari kanal rekrutmen resmi perusahaan.
Cek Informasi di Laman Karier Resmi PT Japfa
Penelusuran kemudian dilakukan terhadap informasi lowongan kerja melalui laman resmi PT Japfa Indonesia.
Pada laman Bekerja Bersama Kami, perusahaan menjelaskan informasi mengenai proses rekrutmen dan menyediakan kanal yang digunakan untuk pendaftaran pekerjaan secara online.
Berdasarkan informasi pada laman tersebut, proses pendaftaran lowongan kerja dilakukan melalui kanal karier resmi PT Japfa Indonesia.
Pada saat penelusuran dilakukan, tidak ditemukan informasi lowongan yang sesuai dengan klaim dalam unggahan TikTok tersebut.
Dengan demikian, informasi lowongan kerja PT Japfa 2026 yang beredar melalui akun TikTok tersebut tidak dapat dijadikan sebagai rujukan resmi untuk melamar pekerjaan.
Pencari kerja sebaiknya mengutamakan informasi yang dipublikasikan melalui kanal resmi perusahaan untuk memastikan posisi yang tersedia, persyaratan, serta mekanisme pendaftaran.
Pencari Kerja Diminta Waspada Loker Palsu
Informasi lowongan kerja palsu dapat merugikan pencari kerja, terutama apabila pelamar menyerahkan data pribadi kepada pihak yang identitas dan tujuannya tidak jelas.
Karena itu, masyarakat perlu melakukan pengecekan sebelum mengikuti proses rekrutmen yang ditemukan di media sosial.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Cek laman karier resmi perusahaan sebelum mengikuti proses pendaftaran.
- Pastikan tautan pendaftaran menggunakan domain resmi perusahaan.
- Jangan sembarangan memberikan data pribadi melalui formulir yang dibagikan akun tidak resmi.
- Waspadai tawaran gaji dan fasilitas yang terlalu menarik tetapi tidak tercantum di kanal resmi perusahaan.
- Jangan melakukan pembayaran dengan alasan biaya administrasi, pendaftaran, pelatihan, atau keperluan lainnya.
Pencari kerja juga sebaiknya tidak terburu-buru mengikuti instruksi yang diberikan melalui akun media sosial yang tidak terverifikasi.
Dengan adanya ketidaksesuaian antara informasi lowongan di TikTok dan informasi pada kanal resmi perusahaan, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap unggahan tersebut.
Untuk memperoleh informasi lowongan kerja PT Japfa 2026 yang valid, pencari kerja disarankan memantau laman karier resmi PT Japfa Indonesia dan mengikuti seluruh proses rekrutmen hanya melalui kanal yang dinyatakan resmi oleh perusahaan.














