NASIONAL

Viral! Pelari Kalcer Sudirman Nekat Seberang Jalur Cepat, Aksinya Tuai Kecaman

6
×

Viral! Pelari Kalcer Sudirman Nekat Seberang Jalur Cepat, Aksinya Tuai Kecaman

Sebarkan artikel ini
Pelari Kalcer Sudirman Jadi Sorotan, Nekat Menyeberang Jalur Cepat hingga Dikecam Netizen
Pelari Kalcer Sudirman Jadi Sorotan, Nekat Menyeberang Jalur Cepat hingga Dikecam Netizen

Media90.id – Tren pelari kalcer Sudirman kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pelari yang beraktivitas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, viral di media sosial.

Kali ini, perhatian netizen tertuju pada aksi sejumlah pelari yang terlihat menyeberangi jalan raya melalui jalur cepat ketika kendaraan masih melintas.

Ads
close ads

Aksi tersebut menuai kecaman karena dinilai dapat membahayakan keselamatan pelari maupun pengguna jalan lainnya.

Video yang memperlihatkan aksi tersebut ramai diperbincangkan setelah dibagikan melalui platform Threads. Sejumlah netizen menyoroti perilaku pelari yang menyeberang di lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai tempat penyeberangan.

Pelari Disebut Bikin Pengendara Harus Rem Mendadak

Berdasarkan unggahan yang beredar, sejumlah pelari terlihat menyeberangi Jalan Jenderal Sudirman saat kendaraan masih melintas.

Situasi tersebut berpotensi membahayakan karena kendaraan yang melaju di jalan protokol tersebut harus mengantisipasi kemunculan pelari secara tiba-tiba.

Pengendara bahkan disebut terpaksa melakukan pengereman mendadak ketika pelari menyeberang tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas.

Aksi inilah yang kemudian memicu kritik dari netizen. Banyak yang menilai aktivitas olahraga seharusnya tetap memperhatikan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Netizen Ingatkan Pelari Gunakan JPO

Kritik terhadap fenomena tersebut juga disampaikan kreator konten melalui akun Threads @tiarafarchana.

Ia mengingatkan para pelari agar memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang telah tersedia di kawasan Sudirman.

” Mohon untuk para pelari, kalau nyebrang di daerah Sudirman gunakan tempat yang sudah disediakan di dekat tempat kalian nyebrang itu ada JPO yang sangat mudah diakses atau kalau ga mau lewat JPO bisa lewat stasiun MRT. Sangat bahaya bagi pengendara yang berlalu lalang,” tulisnya.

Pesan tersebut kemudian menjadi perhatian karena menyoroti pentingnya menggunakan fasilitas penyeberangan resmi daripada mengambil jalan pintas ketika berpindah sisi jalan.

Sudirman Memiliki Fasilitas Penyeberangan

Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu ruas jalan utama di Jakarta dengan aktivitas kendaraan yang padat.

Di sejumlah titik, masyarakat dapat menggunakan fasilitas penyeberangan seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) maupun akses melalui stasiun MRT untuk berpindah sisi jalan.

Fasilitas tersebut tersedia agar pejalan kaki, termasuk para pelari, dapat menyeberang dengan lebih aman tanpa harus berhadapan langsung dengan arus kendaraan.

Karena itu, pelari maupun pejalan kaki sebaiknya tidak mengambil risiko dengan menyeberang melalui jalur kendaraan, terutama ketika kondisi lalu lintas sedang ramai.

Tren Pelari Kalcer Jangan Mengabaikan Keselamatan

Fenomena pelari kalcer sendiri menjadi bagian dari tren olahraga lari yang semakin populer di kalangan anak muda.

Namun, meningkatnya jumlah orang yang beraktivitas lari di ruang publik juga perlu diikuti dengan kesadaran terhadap keselamatan dan aturan penggunaan jalan.

Olahraga memang bertujuan menjaga kebugaran, tetapi aktivitas tersebut tidak seharusnya dilakukan dengan mengorbankan keselamatan pengguna jalan lain.

Aksi viral di Sudirman ini dapat menjadi pengingat bagi komunitas maupun individu yang gemar berlari agar tetap memperhatikan kondisi sekitar, mematuhi rambu, serta menggunakan fasilitas publik sesuai peruntukannya.

Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Pelari

Ada sejumlah hal yang dapat dilakukan para pelari ketika beraktivitas di kawasan jalan protokol seperti Sudirman.

1. Gunakan fasilitas penyeberangan

Pelari sebaiknya menggunakan JPO, akses penyeberangan resmi, atau fasilitas lain yang memang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

2. Jangan menyeberang melalui jalur cepat

Arus kendaraan di jalan protokol dapat bergerak dengan cepat. Menyeberang secara tiba-tiba berisiko membuat pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi.

3. Utamakan keselamatan daripada mengejar waktu

Kecepatan atau target latihan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengambil risiko di jalan raya.

Dengan semakin populernya tren olahraga lari di Jakarta, kesadaran terhadap keselamatan menjadi hal penting agar aktivitas tersebut tetap memberikan manfaat tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *