Media90.id – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat pencapaian penting dalam perjalanan bisnisnya di Indonesia. Pabrikan asal Jepang tersebut berhasil mencapai produksi kendaraan ke-300 ribu unit di Tanah Air.
Presiden Direktur IAMI Masayasu Hideshima mengatakan, pencapaian tersebut menjadi tonggak sejarah bagi Isuzu Indonesia sejak pabriknya di Karawang, Jawa Barat, mulai beroperasi pada 2015.
“Pencapaian ini adalah bukti kemajuan pabrik kami dan pertumbuhan kapasitas pabrik otomotif Indonesia. Pabrik Isuzu di Karawang ini menempati tempat yang sangat istimewa bagi Isuzu global,” ujar Hideshima di sela acara “Produksi Ke 300 Ribu Isuzu Karawang Plant” di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, pabrik Karawang memiliki peran penting dalam produksi kendaraan niaga Isuzu, khususnya model ELF dan Giga yang menjadi bagian dari solusi transportasi bagi konsumen di berbagai sektor industri.
“Lebih lanjut, ini adalah tempat di mana kami memproduksi model ELF dan Giga yang andal, berfungsi sebagai mitra solusi transportasi bagi konsumen kami di seluruh industri,” lanjutnya.
Produksi Didominasi ELF dan Traga
Saat ini, pabrik Isuzu di Indonesia memproduksi tiga model kendaraan niaga, yakni ELF, Giga, dan Traga.
Engineering and Production Director IAMI Rodko Purba mengatakan, volume produksi terbesar saat ini berasal dari Isuzu Traga dan ELF.
“Dari 300 ribu unit produksi, 40 persen adalah Isuzu ELF dan Traga, 15-20 persen Giga,” kata Rodko.
Selain kendaraan niaga merek Isuzu, fasilitas produksi di Indonesia juga dipercaya untuk memproduksi kendaraan niaga UD Trucks, yakni UD Kuzer dan Quester.
Keberadaan fasilitas produksi tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur kendaraan niaga di kawasan.
Isuzu Fokus Tingkatkan TKDN
Seiring dengan pertumbuhan produksi, Isuzu Indonesia juga berkomitmen meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada setiap model kendaraannya.
Saat ini, TKDN Isuzu Traga mencapai sekitar 46 persen. Sementara TKDN Isuzu ELF berada di angka 33 persen dan Giga sekitar 38 persen.
Business Strategy Division Head IAMI Rian Erlangga mengatakan, perusahaan akan terus mengevaluasi dan mencari peluang untuk meningkatkan tingkat lokalisasi komponen.
“Di tahun depan, kami akan coba calculate karena sekali lagi kami sangat fokus ke lokalisasi. Jadi, memang kami ada beberapa upaya memikirkan bagaimana caranya lokalisasi ini bisa naik kembali,” ujar Rian.
Menurutnya, peningkatan TKDN tidak hanya berdampak terhadap industri otomotif, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian, termasuk dari sisi penyerapan tenaga kerja.
Saat ini, aktivitas Isuzu di Indonesia turut mendukung penyediaan lapangan kerja bagi 884 karyawan Isuzu.
Produksi Indonesia Tembus Pasar Global
Pabrik Isuzu di Indonesia tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pasar domestik. Sejak 2019, fasilitas produksi Karawang juga menjadi salah satu basis produksi kendaraan niaga untuk pasar global.
Hingga saat ini, kendaraan produksi Isuzu Indonesia telah diekspor ke 25 negara. Beberapa di antaranya adalah Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama.
Pencapaian ekspor tersebut menunjukkan bahwa produk yang diproduksi di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur nasional.
Hideshima menilai pencapaian produksi 300 ribu unit tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari konsumen, pemerintah, pemasok, diler hingga seluruh karyawan Isuzu.
“Kepercayaan konsumen, dukungan pemerintah, pemasok, diler, serta dedikasi seluruh karyawan menjadi fondasi utama yang memungkinkan kami mencapai pencapaian ini,” pungkas Hideshima.
Ke depan, Isuzu Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing manufaktur nasional, serta memperbesar kontribusi ekspor.
Perusahaan juga akan terus menghadirkan kendaraan komersial yang dapat menjadi mitra bisnis bagi konsumen, baik di Indonesia maupun pasar global.














