Media90.id – Sebanyak 38 tim dari berbagai klub hingga sekolah sepakbola (SSB) di Lampung mengikuti Open Turnamen Sepakbola Karang Taruna Cup 2026.
Kejuaraan tersebut dipusatkan di Lapangan Sepakbola Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, dengan memperebutkan Piala Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung.
Ketua Karang Taruna Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarpemuda sekaligus mencari bibit-bibit unggul sepakbola dari daerah.
“Semoga ini bisa bermanfaat, dan kami menaruh harapan agar ini bisa menjadi respon positif untuk perkembangan olahraga,” kata Wahrul Fauzi Silalahi.
Menurutnya, keberadaan turnamen seperti ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Bintang, Kompol Edi Qorinas, berpesan kepada seluruh peserta maupun suporter untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama kejuaraan berlangsung.
Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, baik dari para pemain maupun penonton yang hadir menyaksikan pertandingan.
“Ketertiban permainan sepakbola ini tergantung pada penonton dan pemain. Jadi kami harap para pemain ini bisa benar-benar tertib dan menjunjung tinggi sportivitas, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak bisa terjadi,” ungkap Kompol Edi Qorinas.
Di sisi lain, Kepala Desa Mulyosari, Tri Kiswono, mengapresiasi Karang Taruna Lampung yang memilih Desa Mulyosari sebagai lokasi pelaksanaan open turnamen sepakbola tersebut.
Menurutnya, kepercayaan untuk menjadi tuan rumah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Karang Taruna Desa Mulyosari dan masyarakat setempat.
“Ini menjadi kebanggaan Karang Taruna Desa Mulyosari, bisa dipercaya menggelar event ini. Mudah-mudahan tidak hanya tentang pertandingan, tapi juga bisa menghasilkan prestasi yang lebih tinggi lagi,” sebut Tri Kiswono.
Dengan digelarnya Karang Taruna Cup 2026, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepakbola di Lampung sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda di tingkat desa untuk terus berlatih dan meraih prestasi.














