Media90.id – Platform game online Roblox resmi menerapkan kebijakan baru yang lebih ketat untuk meningkatkan perlindungan bagi pemain anak dan remaja. Mulai 19 Mei 2026, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang mendapatkan implementasi sistem akun berbasis usia yang membatasi akses konten dan fitur komunikasi sesuai kelompok umur pengguna.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara pihak Roblox dan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang berlangsung pada akhir April lalu. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Roblox dalam mendukung regulasi perlindungan anak di ruang digital.
Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini dirancang untuk memastikan anak-anak hanya dapat mengakses konten yang sesuai dengan tingkat usia dan kedewasaan mereka sejak pertama kali menggunakan platform.
Roblox Kids dan Roblox Select, Apa Bedanya?
Melalui sistem baru ini, pengguna akan otomatis ditempatkan ke dalam kategori akun tertentu berdasarkan usia yang telah diverifikasi. Roblox membagi akun anak dan remaja ke dalam dua kategori utama, yaitu Roblox Kids dan Roblox Select.
Roblox Kids untuk Usia 5–12 Tahun
Kategori Roblox Kids ditujukan bagi pengguna berusia 5 hingga 12 tahun dengan berbagai pembatasan yang dirancang untuk menjaga keamanan mereka saat bermain.
Beberapa aturan yang berlaku antara lain:
- Hanya dapat mengakses game dengan label konten “Minimal” dan “Mild”.
- Seluruh fitur chat dan komunikasi antarpemain dinonaktifkan secara otomatis.
- Antarmuka aplikasi menggunakan latar belakang berwarna biru sebagai identitas visual akun anak.
Dengan sistem ini, anak-anak hanya dapat menikmati pengalaman bermain yang telah melalui proses kurasi ketat dari Roblox.
Roblox Select untuk Usia 13–15 Tahun
Sementara itu, akun Roblox Select diperuntukkan bagi remaja berusia 13 hingga 15 tahun.
Pengguna pada kategori ini memperoleh akses yang lebih luas dibandingkan Roblox Kids, antara lain:
- Dapat memainkan game dengan tingkat kematangan hingga kategori “Moderate”.
- Fitur chat tersedia, tetapi hanya untuk “Teman Tepercaya”.
- Persetujuan orang tua tetap diperlukan untuk mengaktifkan komunikasi tertentu.
- Memiliki tampilan visual khusus yang membedakannya dari akun anak maupun akun standar.
Melalui sistem ini, Roblox berupaya memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas bagi remaja tanpa mengabaikan aspek keamanan digital.
Akun Berubah Otomatis Sesuai Pertambahan Usia
Roblox menjelaskan bahwa sistem akun berbasis usia akan berjalan secara otomatis.
Saat pengguna memasuki usia 13 tahun, akun Roblox Kids akan berubah menjadi Roblox Select. Kemudian ketika pengguna menginjak usia 16 tahun, akun tersebut akan beralih menjadi akun standar dengan akses yang lebih luas.
Menariknya, pengguna di Indonesia yang belum melakukan verifikasi usia akan otomatis dianggap sebagai akun anak. Akibatnya, mereka hanya dapat mengakses konten kategori “Minimal” dan “Mild”, sementara seluruh fitur chat akan dinonaktifkan meskipun usia sebenarnya lebih dari 16 tahun.
Kontrol Orang Tua Kini Lebih Lengkap
Selain memperkenalkan sistem akun baru, Roblox juga memperbarui fitur kontrol orang tua atau parental controls agar lebih komprehensif.
Melalui fitur tersebut, orang tua kini dapat:
- Memantau game yang dimainkan anak.
- Melihat daftar teman bermain anak.
- Mengatur batas waktu penggunaan perangkat atau screen time.
- Membatasi pengeluaran uang di dalam game.
- Menyetujui atau memblokir akses ke game tertentu.
Pembaruan ini memberikan transparansi yang lebih besar bagi orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.
Indonesia Jadi Lokasi Peluncuran Awal
Indonesia tidak sendirian dalam penerapan sistem baru ini. Roblox juga mulai meluncurkan Roblox Kids dan Roblox Select secara bertahap di beberapa negara lain, termasuk Australia, Selandia Baru, dan Belanda.
Setelah fase awal tersebut selesai, Roblox berencana memperluas penerapan kebijakan ini ke berbagai negara lainnya melalui peluncuran global yang dijadwalkan berlangsung pada bulan depan.
Kebijakan baru ini menandai langkah besar Roblox dalam memperkuat keamanan pengguna muda di platformnya. Dengan pembatasan konten, pengawasan orang tua yang lebih ketat, serta sistem verifikasi usia yang lebih akurat, perusahaan berharap dapat menciptakan lingkungan bermain yang lebih aman bagi jutaan anak dan remaja di seluruh dunia.















aturan baru Roblox yang membatasi fitur chat bagi pemain di bawah 16 tahun ini cukup penting, terutama karena banyak anak dan remaja yang aktif bermain sekaligus berinteraksi dengan orang lain di platform tersebut. Pembatasan seperti ini bisa menjadi langkah tambahan untuk mengurangi risiko komunikasi yang tidak aman, tetapi tetap perlu dibarengi pengawasan orang tua dan edukasi soal keamanan digital. Menarik juga Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang menerapkan aturan ini, sehingga efektivitasnya tentu layak diperhatikan. Yang paling penting, jangan sampai anak hanya dilarang, tetapi juga diberi pemahaman tentang cara menggunakan internet dan game online secara aman dan bertanggung jawab.
Menurut saya, aturan baru Roblox ini cukup masuk akal, apalagi pengguna anak dan remaja memang perlu perlindungan ekstra saat berinteraksi di dunia digital. Pembatasan chat untuk pemain di bawah 16 tahun mungkin terasa bikin kurang bebas buat sebagian pengguna, tapi di sisi lain bisa jadi langkah penting untuk mengurangi risiko komunikasi dengan orang yang tidak dikenal, konten yang tidak sesuai usia, sampai potensi perundungan online. Yang menarik, Indonesia justru menjadi salah satu negara pertama yang menerapkan sistem akun berbasis usia ini. Tinggal bagaimana penerapannya benar-benar konsisten dan orang tua juga ikut aktif mengawasi, karena keamanan anak di internet bukan cuma tanggung jawab platform, tapi juga keluarga dan pengguna itu sendiri.
langkah Roblox membatasi fitur chat untuk pemain di bawah 16 tahun ini cukup menarik, karena di satu sisi memang bisa terasa membatasi keseruan bermain, tapi di sisi lain keamanan anak di dunia digital juga nggak bisa dianggap sepele. Apalagi Roblox bukan cuma tempat bermain, tapi juga ruang untuk berinteraksi dengan banyak orang yang belum tentu kita kenal. Kalau aturan ini diterapkan dengan baik, ditambah pengawasan orang tua, seharusnya anak-anak tetap bisa menikmati Roblox dengan lebih aman tanpa terlalu khawatir terpapar komunikasi atau konten yang belum sesuai usia.