BERITA

Bu Suri dan Riuh yang Hampir Memecah Ababa

86
×

Bu Suri dan Riuh yang Hampir Memecah Ababa

Sebarkan artikel ini
Bu Suri dan Keributan yang Nyaris Memecah Ababa
Bu Suri dan Keributan yang Nyaris Memecah Ababa

Media90 – Pada suatu masa, di negeri yang jauh bernama Daqian, berdirilah sebuah desa tua yang dikenal sebagai Desa Ababa. Desa ini hidup dalam irama yang nyaris tak berubah dari tahun ke tahun. Musim datang dan pergi, namun satu hal selalu tetap: setiap kali musim suci tiba, seluruh warga menjalani ritual agung—berpuasa dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sebagai wujud syukur dan penghambaan.

Saat malam turun dan bintang-bintang bertaburan di langit, Desa Ababa tak pernah benar-benar sunyi. Di setiap sudut desa, warga berkumpul membaca kitab suci. Sebagian melantunkannya dengan suara lantang, bahkan hingga berteriak, karena mereka meyakini bahwa semakin keras suara diperdengarkan, semakin besar pula cinta yang sampai kepada Tuhan.

Ads
close ads

Namun Ababa bukanlah desa muda. Ia telah menua, seperti pohon besar yang akarnya menyimpan sejarah panjang. Banyak warganya adalah para lansia yang membutuhkan ketenangan malam untuk beristirahat. Bagi mereka, suara doa yang menggema hingga larut malam bukanlah ketenteraman, melainkan gangguan yang mengikis waktu tidur mereka. Keluhan pun mulai terdengar—pelan, lelah, tanpa amarah.

Melihat keadaan itu, kepala desa bersama para sesepuh berkumpul dalam musyawarah panjang. Mereka memahami bahwa ibadah seharusnya menjadi jalan menuju kedamaian, bukan sumber perpecahan. Setelah melalui perbincangan yang bijak, mereka pun mencapai sebuah kesepakatan: pada waktu-waktu tertentu, pembacaan kitab suci boleh dilantangkan dengan suara keras, namun di luar itu dianjurkan dibaca dengan lembut—cukup terdengar oleh diri sendiri. Bukankah Tuhan Maha Mendengar, bahkan bisikan hati sekalipun?

Kesepakatan itu membawa ketenangan baru. Malam kembali menemukan keseimbangannya. Para lansia dapat beristirahat dengan damai, sementara para pemuda tetap memiliki ruang untuk menyalakan semangat ibadah. Desa Ababa kembali hening, tenteram, dan saling menjaga.

Namun, ketenangan itu tak dirasakan oleh semua orang.

Di balik rumah kepala desa, tinggal seorang perempuan bernama Bu Suri—istrinya. Jiwanya masih muda dan bergelora. Ia berasal dari desa terpencil, tumbuh dengan semangat yang keras, namun belum sepenuhnya ditempa oleh kebijaksanaan. Baginya, kesepakatan itu bukan jalan tengah, melainkan pembatas. Ia merasa malam-malam ritual telah kehilangan semaraknya, dan para pemuda seakan kehilangan panggung untuk meluapkan semangat mereka.

Setiap kali bertemu warga, Bu Suri mulai menyampaikan pendapatnya. Kata-katanya terdengar membela, namun diam-diam menyimpan bara. Ia mengatakan bahwa para lansia telah hidup terlalu lama dan terlalu mendominasi desa. Ia menuduh mereka egois, hanya memikirkan kenyamanan sendiri tanpa memedulikan semangat generasi muda.

“Karena mereka,” bisiknya, “desa ini menjadi sunyi dan kehilangan gairah.”

Perkataan itu menyebar lebih cepat daripada doa yang dilantunkan perlahan. Dari sudut pasar hingga pelataran rumah ibadah, bisik-bisik berubah menjadi keyakinan. Warga yang semula rukun mulai saling memandang dengan curiga. Malam yang dulu tenang kembali dipenuhi suara perdebatan. Padahal, kepala desa tetap sosok yang adil dan bijaksana. Kegaduhan itu lahir bukan dari keputusannya, melainkan dari bayang-bayang di belakangnya.

Akhirnya, pada suatu malam ketika bulan menggantung bulat di langit, kepala desa mengumpulkan seluruh warga di balai desa. Dengan suara tenang namun tegas, ia mengingatkan kembali alasan di balik kesepakatan itu—tentang keseimbangan, tentang saling menghormati, dan tentang ibadah yang seharusnya meneduhkan, bukan melukai.

“Tuhan tidak menghitung seberapa keras suara kita,” ucapnya pelan, “melainkan seberapa tulus hati kita.”

Kata-kata itu meredakan ketegangan. Warga mulai menyadari bahwa ritual tidak pernah dilarang—hanya diatur agar semua dapat hidup berdampingan. Perlahan, hati yang panas mulai mendingin.

Kemudian, kepala desa menatap istrinya. Tak ada hardikan, tak ada kemarahan. Hanya nasihat yang dalam. Ia mengingatkan bahwa menjadi istri seorang pemimpin bukan sekadar mendampingi, melainkan ikut memikul tanggung jawab. Setiap kata yang diucapkan bukan lagi milik pribadi, melainkan gema yang bisa mengguncang seluruh desa.

Bu Suri terdiam.

Untuk pertama kalinya, ia melihat akibat dari kata-katanya sendiri. Api yang ia kira mampu membangkitkan semangat, ternyata hampir membakar persaudaraan. Ia pun menunduk, menyadari bahwa kebebasan tanpa kebijaksanaan hanya akan melahirkan kekacauan.

Sejak malam itu, Bu Suri berubah. Ia belajar menahan kata, menimbang rasa, dan merangkul tanpa memecah. Ia mendekati para lansia dengan hormat, dan para pemuda dengan ajakan damai. Perlahan, Desa Ababa kembali menemukan nadanya.

Doa tetap terdengar. Semangat tetap hidup. Namun kini, semuanya berjalan selaras—tanpa saling melukai.

Dan begitulah, Desa Ababa kembali tenang. Ritual tahunan tetap berlangsung, para pemuda tetap bersemangat, para lansia tetap beristirahat dengan damai.

Tak ada lagi kegaduhan.

Hanya kehidupan yang berjalan dalam keseimbangan.

Penemuan Jasad Bocah Perempuan di Lampung Selatan Hebohkan Warga Surat Wasiat Orang Tua Jadi Sorotan
BERITA

Media90.id – Warga Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang anak perempuan tanpa identitas di tepi jalan pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026. Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian masyarakat karena korban ditemukan bersama sepucuk surat wasiat yang menyentuh hati. Ads close ads Berdasarkan informasi yang beredar, jasad korban ditemukan dalam kondisi terbungkus kain putih dan kardus. Di samping tubuh korban terdapat surat yang diduga ditinggalkan pihak keluarga atau orang yang mengantarkan jenazah tersebut. Isi surat itu berisi permohonan kepada siapa saja yang menemukan korban agar bersedia membantu mengurus jenazah, menyalatkan, hingga memakamkannya secara layak….

Pemkab Tubaba Gelar Pasar Murah dan Pantau Harga Sembako di Mulya Asri
BERITA

Media90.id – Ketua I TP PKK Tulangbawang Barat (Tubaba), Ana Nadirsyah, membuka pelaksanaan operasi pasar murah sekaligus melakukan monitoring harga bahan pokok di Pasar Tradisional Mulya Asri pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan pasar murah tersebut digelar sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Ads close ads Dalam operasi pasar itu, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras SPHP Rp57 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, serta tepung terigu Rp10 ribu per kilogram. Usai membuka kegiatan, Ana Nadirsyah turut…

Bupati Tubaba Bagikan Tali Asih dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk Petugas Pasar
BERITA

Media90.id – Bupati Tulangbawang Barat, Novriwan Jaya, memberikan tali asih berupa paket sembako dan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada petugas penarik retribusi, petugas parkir pasar, serta petugas retribusi sampah di lingkungan pasar daerah Tulangbawang Barat pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pasar Dayamurni dan turut didampingi Ketua Baznas Tulangbawang Barat serta perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, kegiatan juga dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengelola pasar, dan para petugas pasar penerima bantuan. Ads close ads Bupati Tulangbawang Barat, Novriwan Jaya, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh petugas pasar yang selama ini berperan aktif dalam menjaga ketertiban, kebersihan,…

Eva Dwiana Salurkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Berbobot 1 Ton ke Ponpes Madarijul Ulum
BERITA

Media90.id – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyerahkan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berupa sapi limosin seberat satu ton di Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Telukbetung Barat, Selasa, 26 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung. Ads close ads Menurut Eva, bantuan sapi kurban tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar pondok pesantren, terutama menjelang Hari Raya Iduladha. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden. Semoga bantuan hewan kurban ini dapat tersalurkan dengan baik dan bermanfaat…

Digitalisasi Transaksi Daerah Jadi Fokus Pemkot Bandar Lampung untuk Tingkatkan PAD
BERITA

Media90 – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, menghadiri Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Aula Mahan Agung pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung tersebut mengusung tema “Sinkronisasi Peta Jalan dan Rencana Aksi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Wilayah Provinsi Lampung”. Ads close ads Dalam rapat tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa digitalisasi transaksi daerah menjadi strategi penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempercepat pelayanan publik. Menurutnya, penerapan sistem transaksi digital mampu menciptakan tata kelola pemerintahan…

Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Sosial untuk Ribuan Warga di Way Halim Tanjung Senang dan Kemiling
BERITA

Media90 – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung pada Senin, 25 Mei 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap kebutuhan pangan masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat (KPM). Ads close ads Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dinas Sosial dan Dinas Pangan Kota Bandar Lampung. Berdasarkan data penerima, sebanyak 43.582 KPM menerima bantuan melalui Dinas Sosial, sedangkan 102.624 KPM menerima bantuan melalui Dinas Pangan. Di Kecamatan Way Halim, bantuan disalurkan kepada 1.919 KPM di Kelurahan Jagabaya II, 1.470 KPM di Kelurahan Gunung Sulah, serta 709 KPM di…

DPRD Lampung Beri Apresiasi atas Prestasi Nasional Kejati Lampung di Anugerah Komisi Kejaksaan RI 2026
BERITA

Media90 – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung atas prestasi yang diraih Kejaksaan Tinggi Lampung dalam ajang Anugerah Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak RI) Tahun 2026. Dalam ajang tersebut, Kejati Lampung berhasil meraih penghargaan sebagai Juara I Kejaksaan Tinggi Tipe B Terbaik se-Indonesia. Ads close ads Penghargaan itu diberikan oleh Komjak RI berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja, profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan hukum yang diberikan kepada masyarakat. Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri…