Media90 – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung menyoroti meningkatnya pengaruh penggunaan gadget terhadap perubahan perilaku dan kepribadian anak. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dinilai berdampak langsung pada kesehatan mental dan perkembangan psikologis anak.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD dan Dinas PPPA Kota Bandar Lampung yang digelar di ruang Komisi IV, Selasa (24/2/2026).
Kepala Dinas PPPA Kota Bandar Lampung, Maryamah, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima sejumlah laporan terkait anak-anak yang mengalami ketergantungan gadget. Bahkan, terdapat empat anak yang dilaporkan terdampak serius akibat kecanduan penggunaan gawai.
“Kami menerima laporan dari orang tua yang sudah tidak sanggup lagi mendidik anaknya. Bahkan ada yang sampai kabur dari rumah,” ujar Maryamah.
Menurutnya, kecanduan gadget dapat mengubah pola hidup anak secara signifikan. Waktu istirahat yang seharusnya digunakan untuk tidur justru dihabiskan untuk bermain game daring hingga larut malam, salah satunya seperti Roblox.
Maryamah menegaskan bahwa penggunaan teknologi dan gadget sebenarnya tidak menjadi masalah selama ada pengawasan serta batasan yang jelas dari orang tua.
“Boleh menggunakan gadget, tapi harus ada batasan. Misalnya satu jam dalam sehari. Kita sayang anak, tapi jangan sampai terlena dan membiarkan tanpa kontrol,” katanya.
Ia menjelaskan, pada awal tahun 2026 saja sudah ditemukan beberapa kasus yang menunjukkan tanda-tanda ketergantungan gadget pada anak. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada kesehatan mental, emosi, serta perkembangan psikologis anak dalam jangka panjang.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas PPPA Kota Bandar Lampung akan menggelar program sosialisasi ke sekolah-sekolah. Program ini menyasar guru, siswa, hingga orang tua dengan fokus pada edukasi mengenai dampak penggunaan gadget yang berlebihan terhadap kondisi psikis anak.
Maryamah juga menyoroti pola asuh sebagian orang tua muda yang kerap menjadikan gadget sebagai alat untuk menenangkan anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan daya pikir dan kemampuan anak dalam menyerap informasi.
“Pengaruh gadget sangat besar. Bisa memengaruhi daya berpikir dan cara anak menangkap informasi. Terkadang tanpa disadari anak menjadi lebih emosional atau bersikap berlebihan,” jelasnya.
Dinas PPPA berharap seluruh pihak, khususnya para orang tua di Kota Bandar Lampung, dapat lebih bijak dalam mendampingi anak dalam penggunaan teknologi.
Pengawasan yang tepat, pembatasan waktu, serta komunikasi yang baik dinilai menjadi kunci agar anak tetap tumbuh sehat secara mental dan sosial di tengah perkembangan digital yang semakin pesat.














