BISNIS

Gejolak Selat Hormuz Jadi Momentum Penguatan Industri Baja Nasional

Novta Tria
375
×

Gejolak Selat Hormuz Jadi Momentum Penguatan Industri Baja Nasional

Sebarkan artikel ini
Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Media90 – Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia.

Perkuat Ketahanan dan Respons Kebijakan

Merespons kondisi tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, serta penguatan rantai pasok yang lebih adaptif.

Ads
close ads

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fundamental industri nasional.

“Situasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketahanan industri baja nasional melalui efisiensi, keandalan pasokan, dan daya saing yang berkelanjutan agar arah Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tetap terjaga,” ujar Akbar Djohan.

Ia menambahkan bahwa Krakatau Steel juga mendorong adanya dukungan kebijakan yang lebih responsif, termasuk penguatan pengawasan perdagangan untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran pasokan bahan baku dan perlindungan pasar domestik dari tekanan produk impor.

Tekanan Ganda Industri Baja Nasional

Pengamat industri baja dan pertambangan dari Steel & Mining Insights, Widodo Setiadharmaji, menyebut gangguan di kawasan Selat Hormuz telah berkembang dari sekadar hambatan logistik menjadi disrupsi sistemik yang memengaruhi rantai pasok global.

Menurutnya, industri baja nasional kini menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi, pasokan bahan baku semi-finished seperti slab dan billet berisiko terganggu akibat hambatan distribusi dari kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, pergeseran arus perdagangan global berpotensi meningkatkan masuknya produk baja impor dengan harga yang lebih kompetitif ke pasar domestik. Kondisi ini dapat menekan harga jual sekaligus pangsa pasar produsen dalam negeri.

Situasi tersebut mendorong pelaku industri untuk semakin adaptif dalam menghadapi dinamika global, sekaligus memperkuat strategi jangka panjang agar industri baja nasional tetap kompetitif dan berkelanjutan.

Sagara dan Pendekatan Jangka Panjang dalam Membangun Kepercayaan di Timur Tengah
BISNIS

Media90 – Makna dari “Sagara’s Approach to Long-Term Trust in the Middle East” menjadi semakin relevan ketika para pemimpin bisnis berhenti memandang teknologi sebagai sekumpulan alat, dan mulai melihatnya sebagai sistem operasi bagi pertumbuhan. Di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas, berbagai organisasi digital berada di bawah tekanan besar untuk memodernisasi pengalaman pelanggan, mempercepat eksekusi bisnis, serta meningkatkan visibilitas manajerial tanpa menciptakan kerentanan baru dalam sistem mereka. Tekanan ini mengubah cara perusahaan menilai mitra teknologi. Vendor tidak lagi cukup hanya mampu menulis kode. Yang dibutuhkan adalah mitra yang mampu menerjemahkan arah strategis menjadi sistem yang tahan lama,…

Sagara Hadirkan Efisiensi IT Outsourcing dengan Penghematan Miliaran per Tahun
BISNIS

Media90 – Di era transformasi digital yang bergerak semakin cepat, perusahaan besar di Indonesia menghadapi tekanan ganda: tuntutan untuk terus berinovasi sekaligus menekan biaya operasional. Ironisnya, banyak organisasi sudah menggelontorkan miliaran rupiah untuk tim IT internal, vendor teknologi, hingga infrastruktur digital, namun hasil yang diperoleh masih belum sebanding dengan investasi yang dikeluarkan. Sistem berjalan lambat, proyek sering molor, dan anggaran IT terus meningkat setiap tahun tanpa peningkatan performa yang signifikan. Situasi ini membuat banyak perusahaan mulai mempertanyakan satu hal penting: bukan lagi “berapa besar anggaran IT kita”, tetapi “seberapa efisien anggaran itu digunakan”. Ads close ads Masalah Struktural yang Menghambat…

Mengapa Para Pemimpin GCC Melihat Sagara sebagai Mitra Strategis Jangka Panjang
BISNIS

Media90 – Di kawasan Teluk (GCC), teknologi tidak lagi dipandang sekadar kumpulan alat pendukung operasional. Bagi banyak organisasi digital di Arab Saudi dan negara sekitarnya, teknologi kini telah berubah menjadi semacam sistem operasi pertumbuhan yang menentukan kecepatan ekspansi, kualitas layanan pelanggan, hingga ketahanan bisnis dalam jangka panjang. Dalam konteks tersebut, ekspektasi terhadap mitra teknologi ikut berubah. Perusahaan tidak lagi mencari vendor yang hanya mampu menulis kode, tetapi partner yang dapat menerjemahkan visi strategis menjadi sistem yang stabil, terukur, dan berkelanjutan. Di titik inilah nama Sagara mulai menonjol sebagai kandidat kuat dalam kemitraan multi-tahun. Ads close ads Tekanan Transformasi Digital di…

Maksimalkan Bisnis dengan Membeli Akun Media Sosial Terpercaya
BISNIS

Media90 – Membangun audiens dari nol menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pelaku bisnis digital di tengah persaingan konten yang semakin ketat. Banyak brand membutuhkan waktu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan impresi dan engagement yang stabil. Karena itu, strategi alternatif seperti membeli akun media sosial mulai dilirik sebagai cara praktis untuk mempercepat pertumbuhan. Dengan membeli akun yang sudah memiliki pengikut, bisnis dapat melewati fase awal yang sulit dan langsung menjangkau pasar yang lebih luas. Ads close ads Pentingnya Memulai dengan Akun Berumur Akun yang sudah memiliki riwayat aktivitas dan basis pengikut yang jelas biasanya memberikan kredibilitas instan. Audiens cenderung lebih percaya…

Solusi Outsourcing AI untuk UMKM Indonesia: Fitur Cerdas & Biaya Terjangkau dari Sagara Technology
BISNIS

Media90 – Bagi banyak pelaku usaha di Indonesia, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) selama ini masih dianggap sebagai teknologi mahal yang hanya bisa diakses perusahaan besar dengan anggaran riset tinggi. Namun, pandangan tersebut mulai berubah pada 2026 seiring hadirnya layanan outsourcing AI UMKM Indonesia fitur pintar biaya terjangkau dari Sagara Technology. Sagara Technology melihat bahwa tulang punggung ekonomi nasional justru berada pada jutaan UMKM yang selama ini belum sepenuhnya menikmati manfaat transformasi digital. Melalui pendekatan baru ini, teknologi AI kini dapat diterapkan di berbagai sektor usaha kecil seperti warung kopi, toko retail, bisnis fashion, hingga layanan kesehatan lokal dengan…

Anthony Leong Resmi Ambil Formulir Caketum HIPMI, Soroti Peran Pengusaha Sesuai Konstitusi
BISNIS

Media90 – Anthony Leong resmi mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 di Sekretariat BPP HIPMI. Langkah ini menjadi awal dari perjalanan menuju Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Namun, momen tersebut bukan sekadar proses administratif. Anthony memanfaatkannya untuk menegaskan visi besarnya mengenai peran strategis HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Ads close ads “HIPMI bukan sekadar organisasi, tapi harus menjadi bagian dari implementasi Pasal 33, di mana ekonomi dibangun sebagai usaha bersama untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya. Dorong Ekonomi Berbasis Kebersamaan Anthony menilai…

Fokus UMKM, Anthony Leong Perkuat Sinergi HIPMI dan Perbankan untuk Akses Kredit
BISNIS

Media90 – Bakal calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029, Anthony Leong, menegaskan komitmennya untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM di Indonesia. Salah satu langkah utama yang ia dorong adalah memperkuat kemitraan antara HIPMI dan sektor perbankan guna menciptakan ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif. Pernyataan tersebut disampaikan Anthony usai mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat BPP HIPMI. Ia menjelaskan bahwa visi kepemimpinannya akan berfokus pada tiga hal utama, yaitu kolaborasi, penguatan jaringan (networking), dan akses permodalan. Ads close ads “Fokus kita tiga saja: akses kolaborasi, networking, dan permodalan. Benang merahnya di situ,” ujar Anthony. Akses Kredit UMKM Jadi Prioritas Utama…