BERITA

Dongkrak Harga Singkong Petani, DPRD Lampung Dukung Pembangunan Dua Pabrik Bioetanol di Lampung

Luluk RJMP
12
×

Dongkrak Harga Singkong Petani, DPRD Lampung Dukung Pembangunan Dua Pabrik Bioetanol di Lampung

Sebarkan artikel ini
DPRD Lampung Dukung Pembangunan Pabrik Bioetanol untuk Tingkatkan Nilai Jual Singkong

Media90.id – DPRD Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan dua pabrik bioetanol di Provinsi Lampung. Kehadiran industri tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah sekaligus meningkatkan harga jual dan kesejahteraan petani singkong.

Anggota Komisi II DPRD Lampung, Mikdar Ilyas, mengatakan pihaknya menyambut positif rencana pembangunan dua pabrik bioetanol yang menjadi bagian dari program hilirisasi nasional yang didorong pemerintah pusat.

Ads
close ads

Menurutnya, Lampung memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan industri bioetanol karena merupakan sentra produksi singkong terbesar di Indonesia. Dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap produksi singkong nasional, Lampung dinilai sangat layak menjadi tujuan investasi industri pengolahan berbasis singkong.

“Lampung ini memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri bioetanol, karena merupakan sentra produksi singkong terbesar di Indonesia. Dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap produksi nasional, Lampung dinilai sangat layak menjadi lokasi investasi industri pengolahan berbasis singkong,” kata Mikdar Ilyas dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan dua pabrik bioetanol akan memperkuat rantai hilirisasi pertanian di Lampung. Selain itu, meningkatnya jumlah industri pengolahan akan berdampak langsung pada kebutuhan bahan baku yang berasal dari petani.

Kondisi tersebut diyakini dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara industri dalam menyerap hasil panen petani, sehingga harga singkong di tingkat petani berpotensi mengalami peningkatan.

“Kalau pabrik bertambah, maka kebutuhan singkong juga naik, sehingga dampaknya tentu harga bisa lebih kompetitif dan petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik,” ujarnya.

Mikdar menambahkan, saat ini Lampung telah memiliki regulasi yang mengatur perlindungan harga singkong melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur yang menetapkan harga minimal singkong sebesar Rp1.350 per kilogram untuk usia panen delapan bulan.

Dengan hadirnya industri bioetanol, nilai tambah komoditas singkong diperkirakan akan semakin meningkat karena tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Selain singkong, Mikdar menjelaskan bahwa bioetanol juga dapat diproduksi dari komoditas pertanian lain seperti tebu dan jagung. Ketiga komoditas tersebut merupakan hasil pertanian unggulan yang banyak dikembangkan oleh petani di Lampung.

Terkait rencana pembangunan pabrik di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan, Mikdar menegaskan DPRD Lampung mendukung lokasi yang telah ditetapkan pemerintah. Namun demikian, ia berharap salah satu pabrik dapat dibangun lebih dekat dengan sentra produksi singkong utama seperti Lampung Tengah, Lampung Utara, atau Tulang Bawang.

Menurutnya, kedekatan lokasi industri dengan kawasan produksi akan memberikan banyak keuntungan, mulai dari menekan biaya distribusi bahan baku, meningkatkan efisiensi operasional industri, hingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani.

“Lokasi industri yang dekat dengan sentra produksi tentu akan lebih efisien dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani maupun industri itu sendiri,” jelasnya.

Mikdar juga memastikan DPRD Lampung siap mengawal realisasi investasi pembangunan dua pabrik bioetanol tersebut agar dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Ia menilai pembangunan industri bioetanol dapat menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor pertanian di Lampung. Selain memperkuat hilirisasi komoditas lokal, investasi tersebut juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta mendorong peningkatan pendapatan bagi ribuan petani singkong di Provinsi Lampung.

Dengan potensi sumber daya yang dimiliki serta dukungan pemerintah dan legislatif, Lampung diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan industri bioetanol nasional yang mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan