BERITA

Gajah Sumatera Way Kambas Menuju Hidup Tanpa Rantai, Tim Thailand Beri Pendampingan

Luluk RJMP
0
×

Gajah Sumatera Way Kambas Menuju Hidup Tanpa Rantai, Tim Thailand Beri Pendampingan

Sebarkan artikel ini
Gajah Sumatera Way Kambas Dipersiapkan Hidup Tanpa Rantai, Tim Thailand Bantu Konservasi
Gajah Sumatera Way Kambas Dipersiapkan Hidup Tanpa Rantai, Tim Thailand Bantu Konservasi

Media90.id – Pengelolaan gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, mulai diarahkan pada pola perawatan yang memungkinkan satwa bergerak lebih bebas tanpa penggunaan rantai dan gancu.

Upaya tersebut mendapat pendampingan langsung dari Tim Elephant Nature Park (ENP) di Chiang Mai, Thailand. Tim ENP datang ke Way Kambas untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan gajah dengan pendekatan yang lebih memperhatikan kesejahteraan satwa.

Ads
close ads

Founder and Director ENP Thailand, Saengduean “Lek” Chailert, mengatakan timnya datang berlima ke Way Kambas untuk membantu melatih gajah agar dapat kembali hidup berkelompok dan secara bertahap dilepaskan dari rantai.

“Kami datang untuk melatih gajah agar menjadi kawanan, melepaskan gajah dari rantai dan membiarkan mereka menjadi keluarga lagi,” kata Lek Chailert, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, pola pengelolaan gajah di Way Kambas saat ini masih berbeda dengan metode yang diterapkan di ENP. Di Thailand, gajah dikelola dengan pola yang memungkinkan satwa bergerak lebih bebas.

Lek juga menyoroti kondisi anak-anak gajah di Way Kambas yang menurut pengamatannya membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal asupan makanan dan nutrisi.

Karena itu, pendampingan yang dilakukan ENP tidak hanya menyasar gajah, tetapi juga para mahout yang sehari-hari bertugas merawat dan menangani satwa tersebut.

Sebelum datang ke Way Kambas, sejumlah mahout dari Indonesia telah mengikuti pelatihan di proyek ENP di Thailand. Mereka telah mendapatkan pemahaman mengenai konsep perawatan gajah dengan pendekatan yang lebih memperhatikan kesejahteraan satwa.

Selain mengirim tim untuk melakukan pendampingan, ENP juga menugaskan seorang manajer mahout untuk tinggal dan bekerja bersama tim di Way Kambas.

Pendampingan tersebut akan dilakukan hingga pengelolaan gajah di PKG Way Kambas dapat diarahkan menuju kondisi yang memungkinkan satwa bergerak lebih bebas.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Konservasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI, Ahmad Munawir, mengatakan kehadiran Tim ENP menjadi kesempatan bagi pengelola gajah Way Kambas untuk mendapatkan pengalaman langsung dari Thailand.

Menurut Ahmad, PKG Way Kambas juga memiliki sedikitnya dua dokter hewan yang bersiaga untuk mendukung penanganan dan pemantauan kondisi gajah.

Ia berharap proses pendampingan tersebut dapat mempercepat kesiapan gajah-gajah di Way Kambas untuk menjalani pola pengelolaan yang memungkinkan mereka hidup dan bergerak lebih bebas.

Kehadiran tim ahli asal Thailand serta percepatan penataan sarana fisik di kawasan konservasi tersebut juga mendapat apresiasi dari tim gabungan pengamanan dan mitigasi.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas, Brigjen TNI Sriyanto, menyambut positif kolaborasi internasional yang dihadirkan oleh tim ENP.

“Kedatangan Tim Elephant Nature Park dari Thailand ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mentransfer ilmu dan pengalaman nyata dalam merawat gajah dengan standar kesejahteraan satwa modern,” kata Sriyanto.

Menurut Sriyanto, pendampingan dari tim ENP sangat penting agar para mahout di Way Kambas semakin terlatih dan terbiasa menangani perilaku satwa secara humanis tanpa paksaan fisik.

“Pelatihan dari tim ENP ini memberikan pemahaman baru bagi para perawat gajah kita, sehingga proses melepaskan gajah dari belenggu rantai dan gancu dapat berjalan aman serta terukur,” ujarnya.

Sriyanto menegaskan, peralihan metode perawatan tersebut harus diimbangi dengan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang di area PKG.

Metode pengelolaan tanpa rantai dan gancu membutuhkan kesiapan fasilitas di lapangan. Karena itu, pembangunan dan perbaikan fasilitas di PKG Way Kambas saat ini terus didorong dan dipercepat.

Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain paddock terbuka yang aman, fasilitas penyediaan pakan bernutrisi, serta area perawatan medis yang memadai.

Sriyanto memastikan seluruh tahapan penataan sarana tersebut akan terus dikawal agar visi konservasi yang mengedepankan kesejahteraan gajah dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *