BERITA

Gubernur Lampung Dorong Program MBG Libatkan BUMDes, UMKM, dan Petani Desa

Luluk RJMP
7
×

Gubernur Lampung Dorong Program MBG Libatkan BUMDes, UMKM, dan Petani Desa

Sebarkan artikel ini
Pengurus APPMBGI Lampung Resmi Dikukuhkan Gubernur Dorong MBG Libatkan BUMDes dan UMKM Desa

Media90.id – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meminta seluruh pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), UMKM, petani, peternak, nelayan, hingga pelaku ekonomi desa. Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat program nasional itu dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian di tingkat desa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri pengukuhan Pengurus Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Lampung pada Senin (22/6/2026).

Ads
close ads

Menurut Rahmat Mirzani Djausal, Program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan desa.

“Program MBG bukan hanya soal menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tapi juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan desa. Seluruh pihak harus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat bawah,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, lanjutnya, berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai salah satu program strategis nasional. Selain meningkatkan kualitas gizi anak, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal.

Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menilai kecukupan gizi dan konsumsi protein memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Program MBG dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan produktivitas generasi muda di Lampung.

Ia mengungkapkan, Provinsi Lampung masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pembangunan manusia. Salah satunya terlihat dari posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di bawah sejumlah daerah lain di Indonesia.

Selain itu, tingkat konsumsi protein masyarakat Lampung juga masih tergolong rendah, meskipun provinsi ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional. Lampung merupakan daerah penghasil ayam, telur, ikan, jagung, serta berbagai komoditas pangan lainnya.

“Kita memiliki sumber protein yang melimpah, tetapi konsumsi protein masyarakat masih rendah. Kondisi ini berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan produktivitas masyarakat,” kata Mirza.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi, terutama di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan daya beli.

Lebih jauh, Pemprov Lampung juga memandang program tersebut sebagai penggerak ekonomi desa. Oleh sebab itu, pelaksanaan MBG harus terintegrasi dengan pelaku usaha lokal agar manfaat ekonominya tidak hanya berhenti pada dapur penyedia makanan, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Lampung mendorong kerja sama antara pengelola dapur MBG dengan BUMDes, koperasi desa, kelompok tani, peternak, nelayan, serta UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku kebutuhan program.

Pemerintah juga akan mendorong keterlibatan para pelaku ekonomi desa secara bertahap melalui pembinaan dan pendampingan. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasokan sekaligus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Melalui kolaborasi tersebut, Program MBG diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Lampung, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi desa serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan