Media90 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Lampung sebagai lumbung pangan dan lumbung ternak nasional. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat.
Gubernur yang akrab disapa Mirza tersebut menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang dapat menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.
“Lampung memiliki basis pertanian yang sangat kuat untuk mendukung pengembangan peternakan. Produksi padi mencapai 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG) dan terus meningkat, jagung sekitar 1,7 juta ton atau terbesar keenam nasional, serta ubi kayu mencapai 7,5 juta ton. Semua itu menjadi bahan baku potensial untuk pakan ternak,” ujar Mirza.
Selain sektor pertanian, Lampung juga memiliki kontribusi signifikan terhadap peternakan nasional. Untuk komoditas sapi potong, Lampung berada di peringkat keempat nasional, kambing peringkat ketiga, ayam pedaging peringkat kesembilan, dan ayam petelur peringkat kesepuluh nasional.
Menurut Mirza, capaian tersebut harus menjadi fondasi untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan peternakan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Pertanian dan peternakan tidak boleh lagi hanya menjadi sektor penghasil bahan mentah. Sektor ini harus menjadi sumber industrialisasi daerah, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan kesejahteraan bagi petani, peternak, serta masyarakat desa,” tegasnya.
Dorong Konsumsi Protein dan Program MBG
Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan konsumsi protein hewani sebagai bagian dari pembangunan SDM. Hilirisasi peternakan dinilai penting untuk memperkuat pasokan protein, menjaga harga tetap terjangkau, serta mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah Provinsi Lampung sendiri tengah menjalankan Program Desaku Maju untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi, hilirisasi hasil pertanian, hingga pembangunan infrastruktur desa.
“Kami ingin membangun desa-desa yang kuat secara ekonomi. Kelembagaan desa seperti koperasi dan BUMDes harus diperkuat, sementara produksi dan produktivitas pertanian terus ditingkatkan dengan semangat kolaborasi,” jelasnya.
ISPI Siap Dukung Hilirisasi Peternakan
Ketua Umum PB ISPI, Audy Joinaldy, menyatakan bahwa Lampung merupakan salah satu daerah penopang utama kebutuhan pangan hewani di Pulau Sumatera dan Jawa. ISPI, kata dia, siap mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung khususnya di sektor peternakan dan ketahanan pangan.
“ISPI adalah pejuang protein hewani. Kami siap mendukung program Gubernur Lampung, serta memberikan masukan dan pendampingan kepada pemerintah dalam pengembangan sektor peternakan,” ujar Audy.
Sementara itu, Ketua PW ISPI Lampung, Aris Susanto, menjelaskan bahwa sektor peternakan ke depan akan menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, tekanan lingkungan, hingga kebutuhan pakan yang semakin kompleks.
Menurutnya, peran insinyur peternakan menjadi penting dalam menghadirkan inovasi budidaya dan pengolahan hasil peternakan.
“Kami meyakini hilirisasi adalah keniscayaan untuk menopang ketahanan pangan. Saat ini, produksi unggas Lampung baik telur maupun ayam pedaging sudah surplus dan mampu menyuplai berbagai daerah penyangga hingga ibu kota,” jelasnya.
Aris berharap seluruh organisasi profesi dan pemangku kepentingan dapat bersinergi membangun ekosistem hilirisasi peternakan yang kuat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah maupun nasional.














