Media90 – Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, menghadiri Exhibition Perwosi Padel Cup Open Tournament 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi Lampung). Kegiatan tersebut berlangsung di Eight One Padel, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026).
Turnamen ini merupakan ajang padel perdana yang digelar Perwosi Lampung, sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan olahraga masyarakat sekaligus memperkenalkan olahraga padel kepada masyarakat luas.
Apresiasi DPRD Lampung
Ahmad Giri Akbar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, turnamen ini menjadi salah satu langkah positif dalam memperkuat budaya hidup sehat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga.
“DPRD Lampung menyambut baik pelaksanaan Perwosi Padel Cup Open Tournament 2026 ini sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya hidup sehat dan pengembangan olahraga masyarakat di Lampung,” ujar Ahmad Giri Akbar.
Ia menambahkan, kegiatan olahraga seperti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat.
Dorong Lahirnya Atlet dan Gaya Hidup Sehat
Menurutnya, kegiatan olahraga masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendorong munculnya bibit-bibit atlet potensial di daerah. Selain itu, olahraga dinilai sebagai salah satu sarana efektif dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif.
“Olahraga memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif. Oleh karena itu, sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat perlu terus diperkuat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan agar pembinaan olahraga di daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Harapan untuk Olahraga Padel di Lampung
Melalui kegiatan ini, DPRD Lampung berharap olahraga padel dapat semakin dikenal masyarakat dan berkembang menjadi bagian dari olahraga rekreasi maupun prestasi di Provinsi Lampung.
Turnamen ini juga diharapkan menjadi awal dari lahirnya ekosistem olahraga baru yang lebih inklusif dan diminati berbagai kalangan di daerah.














