BERITA

Ketua Komisi II DPRD Lampung Dorong Pengelolaan Sampah Terintegrasi untuk Wujudkan Energi Bersih

Luluk RJMP
5
×

Ketua Komisi II DPRD Lampung Dorong Pengelolaan Sampah Terintegrasi untuk Wujudkan Energi Bersih

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Lampung Dorong Pengelolaan Sampah Terintegrasi untuk Wujudkan Energi Bersih
Ketua Komisi II DPRD Lampung Dorong Pengelolaan Sampah Terintegrasi untuk Wujudkan Energi Bersih

Media90.id – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis energi bersih mendapat dukungan dari berbagai pihak. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi hijau di Provinsi Lampung.

Lampung bahkan ditetapkan sebagai salah satu pilot project nasional dalam pengelolaan sampah terintegrasi dan pengembangan energi bersih. Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama mitra industri energi hijau sebagai bentuk komitmen menghadirkan solusi pengelolaan lingkungan yang lebih modern.

Ads
close ads

DPRD Lampung Apresiasi Terobosan Pemprov

Ketua Komisi II DPRD Lampung, Ahmad Basuki, mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis energi merupakan inovasi yang mampu menjawab persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Ia menilai sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi dan produk bernilai ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai persoalan semata, tapi dapat menjadi sumber energi dan peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. DPRD Lampung mendukung hadirnya inovasi dan investasi yang berpihak pada pembangunan berkelanjutan,” kata Ahmad Basuki dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Teknologi Modern Percepat Transformasi Hijau

Ahmad Basuki menjelaskan, penerapan teknologi pengolahan sampah modern menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat transformasi pembangunan hijau di Lampung.

Beberapa teknologi yang akan dikembangkan meliputi sistem waste to energy, produksi biomassa, hingga pengembangan energi baru terbarukan yang mampu mengubah limbah menjadi sumber energi ramah lingkungan.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan ketahanan energi daerah di masa mendatang.

Investasi Awal Capai Kapasitas 15.000 Ton per Tahun

Pada tahap awal, investasi difokuskan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah plastik dengan kapasitas mencapai 15.000 ton per tahun.

Ke depan, kapasitas tersebut berpotensi terus ditingkatkan hingga mencapai 200.000 ton per tahun, seiring berkembangnya kebutuhan dan dukungan investasi di sektor energi hijau.

Pengembangan fasilitas ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan di Lampung.

Berpotensi Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Selain mengurangi volume sampah, program ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.

Pengolahan sampah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti Refuse Derived Fuel (RDF), minyak pirolisis, hingga potensi perdagangan kredit karbon diperkirakan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor industri hijau.

Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan Program

DPRD Lampung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan yang memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis energi.

Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi faktor penting agar program dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan, ketahanan energi, dan kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan

Pengembangan pengelolaan sampah terintegrasi berbasis energi bersih di Lampung menjadi langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan. Dukungan DPRD Lampung memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menghasilkan energi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

FAQ

Mengapa Lampung menjadi pilot project nasional?
Karena Lampung dipilih sebagai daerah percontohan dalam pengembangan pengelolaan sampah terintegrasi berbasis energi bersih.

Apa bentuk dukungan DPRD Lampung?
DPRD Lampung mendukung inovasi, investasi, dan kebijakan yang mendorong pengelolaan sampah menjadi sumber energi dan penguatan ekonomi hijau.

Teknologi apa yang akan diterapkan?
Program ini akan memanfaatkan teknologi seperti waste to energy, produksi biomassa, dan pengembangan energi baru terbarukan.

Berapa kapasitas fasilitas pengolahan sampah yang akan dibangun?
Tahap awal memiliki kapasitas 15.000 ton sampah plastik per tahun dan berpotensi meningkat hingga 200.000 ton per tahun.

Apa manfaat program bagi masyarakat?
Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah, menghasilkan energi bersih, menciptakan lapangan kerja, memproduksi RDF dan minyak pirolisis, serta membuka peluang pendapatan dari kredit karbon.

Tinggalkan Balasan