Media90 – Upaya memulihkan kelistrikan di Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor terus dipercepat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, TNI, Polri, dan PLN bergerak serentak untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif sehingga layanan listrik bagi masyarakat terdampak dapat segera kembali pulih.
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan distribusi logistik ke wilayah yang masih terisolasi. Bantuan tersebut mencakup bahan pangan, pakaian, hingga obat-obatan.
“Prioritas utama pemerintah saat ini adalah pendorongan logistik bagi masyarakat. Seluruh bantuan akan didistribusikan menggunakan alutsista TNI ke titik-titik terdampak,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pemulihan listrik sebagai kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayah terdampak. Sjafrie mengapresiasi langkah cepat PLN dalam memobilisasi sumber daya di lapangan.
“Langkah pertama adalah memperkuat mobilitas udara. Semua logistik kita konsentrasikan. Listrik harus segera hidup dalam waktu singkat. Kita akan tambah kekuatan helikopter. Evakuasi darat dan udara harus dipercepat,” tegasnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Kementerian Dalam Negeri mengirimkan tim khusus ke wilayah bencana untuk membantu percepatan penanganan, termasuk stabilisasi layanan publik yang sangat krusial.
“Kebutuhan listrik ini sangat penting. Kami bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan PLN mempercepat pemulihan agar masyarakat bisa segera kembali menikmati layanan kelistrikan,” ujar Tito.
Selaras dengan arahan pemerintah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa PLN terus mengerahkan sumber daya terbaik dari unit-unit di seluruh Indonesia untuk memulihkan jaringan listrik di Aceh. Ia memastikan seluruh proses pemulihan dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak.
“Kami mendapat arahan dari Bapak Presiden bahwa seluruh kekuatan PLN harus dikerahkan untuk membantu pemulihan bencana. Untuk itu, sesuai arahan Bapak Presiden, kami semua berkolaborasi,” tutur Darmawan.
Dalam proses pemulihan, PLN bekerja bersama Pemerintah Provinsi Aceh, Kodam Iskandar Muda, Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Polda Aceh, serta BPBD Aceh. Salah satu langkah penting adalah pengiriman tower emergency dari Jakarta ke Banda Aceh menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU. Pengiriman juga dilakukan melalui jalur darat dan laut dengan dukungan TNI AD dan Polri.
Darmawan menyampaikan apresiasi kepada Polri yang menjaga kelancaran komunikasi meski jaringan terputus. Di sisi logistik, TNI AD membuka akses menuju wilayah terdampak dan memfasilitasi pengiriman material menggunakan truk. Helikopter juga dikerahkan untuk membawa komponen menara listrik ke lokasi yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat.
“Kami harus menggunakan helikopter untuk membawa material ke lokasi. Ada helipad yang perlu dibuka, dan di sana pasukan TNI dan Kepolisian ikut membantu. Kekompakan ini menjadi kekuatan besar dalam percepatan pemulihan,” kata Darmawan.
Selain pemulihan infrastruktur, upaya kemanusiaan juga terus digalang. Posko darurat, dapur umum, dan fasilitas pendukung dibangun bersama sebagai bentuk solidaritas antarinstansi.
“Seluruh komponen kekuatan Indonesia bergerak bersama. Dengan semangat perjuangan tim PLN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta masyarakat, kami merasakan kekompakan luar biasa. Semoga Allah SWT memudahkan ikhtiar ini sehingga Aceh dapat segera pulih,” pungkasnya.














