Media90 – Semangat melestarikan adat dan budaya terus digaungkan di Provinsi Lampung. Kali ini, masyarakat Karo asal Sumatera Utara menghadirkan perhelatan budaya bertajuk Gendang Persadaan Ginting Mergana yang digelar meriah di Gedung GSG Cio Cio, Bandar Lampung, pada Sabtu (28/3/2026).
Acara yang telah berlangsung sejak Jumat (27/3/2026) ini diikuti sekitar 700 masyarakat Karo dari berbagai daerah di Lampung. Mengusung tema “Melestarikan Budaya Karo”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan antar marga Ginting, anak beru, anak beru menteri, hingga generasi muda Karo di perantauan.
Ketua Panitia, Marthin Luther Ginting menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Karo di tanah rantau.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk menjaga dan melestarikan budaya Karo, sekaligus mempererat kekeluargaan antar marga Ginting dan seluruh masyarakat Karo di Lampung,” ujarnya.
Beragam rangkaian acara disuguhkan untuk memeriahkan kegiatan, mulai dari pertunjukan seni budaya Karo yang autentik, pameran kuliner tradisional, musik daerah, hingga prosesi adat yang sarat nilai filosofis.
Kehadiran bintang tamu dari Kota Medan juga turut menambah semarak acara, menghadirkan nuansa khas Tanah Karo di tengah masyarakat Lampung.
Tak hanya sebagai hiburan, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal, memahami, dan mencintai adat istiadat Karo di tengah arus modernisasi.
Panitia juga mengundang berbagai komunitas lintas suku di Lampung sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman.
Sementara itu, Ketua Persatuan Batak Karo Lampung, Sopian Sitepu berharap kegiatan ini dapat memperkuat persatuan sekaligus menunjukkan peran aktif masyarakat Karo dalam pembangunan daerah.
“Kami berharap kegiatan ini memperkuat persatuan masyarakat Karo sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian dari kontribusi kita dalam membangun Lampung,” ujarnya.
Melalui gelaran ini, nilai-nilai adat, budaya, dan persaudaraan diharapkan tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus memperkaya keberagaman budaya di Provinsi Lampung.














