Media90 – Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan ketersediaan stok pangan aman hingga pasca Idul Fitri 1447H/2026. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo, setelah melakukan pemantauan di pasar tradisional dan modern.
Menurut Ichwan, stok dan stabilitas harga komoditas pangan strategis mencukupi hingga setelah hari raya.
“Alhamdulillah, hasil pantauan kami di seluruh pasar untuk komoditas pangan strategis yang dibutuhkan menjelang Idul Fitri kemarin semuanya dinyatakan cukup dan aman. Bahkan, stok diprediksi masih mencukupi hingga sesudah Idul Fitri ini,” jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Pangan bersama Satgas Pangan Pemkot Bandar Lampung melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan ketersediaan dan keamanan pangan menjelang dan pasca Idul Fitri.
Selain memantau harga, tim satgas juga melakukan uji sampling terhadap keamanan pangan.
“Kami melakukan uji sampling dan hasilnya negatif dari kandungan yang membahayakan. Semua aman. Begitu juga parsel-parsel yang kami cek; kualitasnya bagus, tidak rusak, dan masa kedaluwarsanya masih panjang,” tegas Ichwan.
Meski secara umum stok pangan aman, beberapa warung di kawasan Rajabasa tercatat mengalami kekosongan komoditas telur ayam. Harga telur di beberapa warung dijual Rp 30 ribu hingga Rp 31 ribu per kilogram, naik sekitar Rp 2 ribu dari harga normal Rp 28 ribu–Rp 29 ribu per kilogram.
Menanggapi hal tersebut, Ichwan memberikan catatan khusus terkait komoditas telur ayam. Menurutnya, lonjakan permintaan untuk kebutuhan kue Lebaran dan alokasi program pemerintah menjadi faktor penyebab.
“Produksi telur relatif belum ada peningkatan signifikan, sementara permintaan sangat tinggi. Kami berharap produsen bisa mengatur distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.














