Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menunjukkan keseriusan dalam mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan memperkuat dan memperluas layanan kesehatan di berbagai lini.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa posisi Lampung sebagai wilayah prioritas nasional menuntut percepatan program eliminasi TBC secara menyeluruh.
Menurutnya, Lampung memiliki optimisme besar untuk menjadi contoh keberhasilan penanganan TBC. Pengalaman dalam mengendalikan pandemi COVID-19 dinilai telah membentuk pola kerja kolaboratif yang solid antara pemerintah dan tenaga kesehatan.
“Lampung sudah memiliki pengalaman dalam penanganan krisis kesehatan secara terstruktur dan masif. Pendekatan ini akan kami adaptasi untuk mempercepat eliminasi TBC di Lampung,” ujar Jihan Nurlela saat menerima audiensi Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Lampung, Jumat (24/4/2026).
Fokus pada Deteksi Dini dan Pengobatan Tuntas
Meski tren kesembuhan TBC menunjukkan peningkatan, Pemprov Lampung menilai penguatan sistem deteksi dini menjadi kunci utama. Setiap kasus diharapkan dapat teridentifikasi sejak awal dan mendapatkan penanganan hingga tuntas.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan peran seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga kader kesehatan di tingkat desa.
Integrasi Digital Melalui Aplikasi
Sebagai bagian dari transformasi digital, Pemprov Lampung juga tengah menyiapkan integrasi program TBC ke dalam aplikasi LampungIn.
Platform ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pemantauan data pasien secara real-time, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Capaian Kesehatan Terus Meningkat
Dari sisi capaian, indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Lampung menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024 capaian mencapai 103 persen dan meningkat menjadi 131 persen pada 2025. Hingga triwulan pertama 2026, realisasi telah mencapai 19 persen.
Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat juga mengalami peningkatan, dari 95 persen pada 2024 menjadi 98 persen pada 2025. Pada triwulan pertama 2026, capaian pengobatan tercatat sebesar 81 persen.
Optimisme Eliminasi TBC
Dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, Pemprov Lampung optimistis upaya eliminasi TBC dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menekan angka kasus, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh di masa depan.














