BERITA

Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wakil Gubernur Lampung Minta RAD TBC Segera Dituntaskan

Avatar
9
×

Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wakil Gubernur Lampung Minta RAD TBC Segera Dituntaskan

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Lampung Dorong Percepatan Penyusunan RAD TBC untuk Tekan Kasus Tuberkulosis
Wakil Gubernur Lampung Dorong Percepatan Penyusunan RAD TBC untuk Tekan Kasus Tuberkulosis

Media90.id – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) secara daring bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya mengevaluasi capaian program sekaligus menyusun langkah konkret untuk mempercepat penanganan kasus tuberkulosis (TBC) di Provinsi Lampung selama tahun anggaran 2026.

Rakor yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung pada Jumat, 5 Juni 2026, turut membahas berbagai strategi percepatan penemuan kasus, penguatan layanan kesehatan, hingga sinkronisasi program bantuan bagi pasien TBC.

Ads
close ads

Dalam kesempatan tersebut, Jihan Nurlela menyoroti masih rendahnya angka penemuan kasus TBC di Lampung. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah kasus yang berhasil ditemukan baru mencapai sekitar 20 persen dari target estimasi tahun 2026 yang mencapai 30.345 kasus.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena tingginya angka penemuan kasus merupakan salah satu indikator penting dalam upaya pengendalian dan eliminasi TBC. Semakin banyak kasus yang terdeteksi, semakin besar peluang pasien mendapatkan pengobatan secara cepat dan tepat.

Secara khusus, Jihan juga menyoroti Kabupaten Lampung Tengah yang merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Provinsi Lampung. Hingga saat ini, jumlah kasus TBC yang berhasil ditemukan di wilayah tersebut tercatat sebanyak 4.491 kasus.

Menurutnya, masih terdapat persepsi yang kurang tepat di sejumlah daerah yang menganggap minimnya laporan kasus TBC sebagai sebuah keberhasilan. Padahal, rendahnya jumlah kasus yang ditemukan justru dapat mengindikasikan masih banyak penderita yang belum terdeteksi dan belum mendapatkan penanganan.

Jihan menjelaskan bahwa tingginya angka keberhasilan pengobatan atau success rate yang saat ini tercatat tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan program. Sebab, angka tersebut juga dipengaruhi oleh jumlah kasus yang berhasil ditemukan dan masuk dalam sistem pengobatan.

Untuk mempercepat proses deteksi kasus, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah mematangkan inovasi berupa layanan skrining TBC mandiri berbasis digital yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp.

Platform tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat melakukan pemeriksaan awal secara mandiri sekaligus meningkatkan jangkauan deteksi dini terhadap kelompok berisiko. Program ini nantinya akan diterapkan di berbagai lokasi pelayanan publik seperti bandara, pelabuhan, dan fasilitas umum lainnya melalui skema skrining massal yang aman serta terstruktur.

Selain fokus pada aspek kesehatan, rapat koordinasi tersebut juga membahas sinkronisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi pasien TBC tahap keenam tahun 2026.

Dari total 367 usulan bantuan yang diajukan di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Tengah tercatat memiliki 28 sasaran yang memenuhi kriteria awal. Dari jumlah tersebut, lima pasien telah melalui proses verifikasi faktual.

Jihan meminta agar kuota bantuan yang masih tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Satuan Kerja Perumahan dan Permukiman bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah sehingga manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak pasien yang membutuhkan.

Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Salah satunya adalah mempercepat penyusunan dan penyempurnaan Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC yang saat ini masih dalam proses pembahasan.

Menurutnya, keberadaan RAD TBC sangat penting sebagai pedoman dalam pelaksanaan program penanggulangan tuberkulosis secara terintegrasi dan berkelanjutan di tingkat daerah.

Selain itu, Jihan juga mendorong optimalisasi peran kader kesehatan serta penguatan program Desa Siaga TBC sebagai ujung tombak deteksi dini dan pendampingan pasien di masyarakat.

Ia turut meminta Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah untuk mengoordinasikan seluruh fasilitas kesehatan swasta dan praktik mandiri agar terintegrasi dalam pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan seluruh kasus yang ditemukan dapat tercatat dengan baik sehingga data yang dimiliki pemerintah lebih akurat dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan penanggulangan TBC ke depan.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap upaya percepatan penanganan TBC dapat berjalan lebih efektif, meningkatkan angka penemuan kasus, serta mendukung target eliminasi tuberkulosis yang menjadi salah satu prioritas nasional di bidang kesehatan.

Tinggalkan Balasan