Media90 – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif dan berdampak dengan resmi membuka Program Studi (Prodi) Gizi Klinis. Pembukaan program studi ini telah memperoleh izin berdasarkan Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 403/B/O/2026.
Izin tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan peran Polinela di sektor pendidikan kesehatan, sekaligus langkah strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang gizi klinis yang terus meningkat seiring kompleksitas persoalan kesehatan masyarakat.
Direktur Polinela, Dwi Puji Hartono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah. Ia menegaskan, pembukaan Prodi Gizi Klinis merupakan bagian dari visi besar institusi dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Terbitnya izin ini merupakan momentum penting bagi Polinela untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, serta memiliki kompetensi klinis yang kuat. Kami berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang adaptif, berbasis praktik, dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Prodi Gizi Klinis juga merupakan respons terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peran gizi dalam pencegahan dan penanganan berbagai penyakit, mulai dari malnutrisi hingga penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Dengan pendekatan berbasis evidence-based practice, lulusan diharapkan mampu memberikan intervensi gizi yang tepat di rumah sakit, puskesmas, maupun lingkungan komunitas.
Senada dengan itu, Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, menekankan bahwa tenaga gizi klinis memiliki posisi strategis dalam sistem layanan kesehatan modern. Integrasi antara ilmu gizi, praktik klinis, dan teknologi kesehatan dinilai menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang kompeten.
“Prodi ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis, intervensi, dan evaluasi status gizi pasien secara komprehensif. Kami ingin lulusan Polinela mampu menjadi solusi nyata bagi permasalahan gizi di Indonesia,” jelasnya.
Untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, Polinela telah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari kurikulum berbasis praktik yang mengedepankan link and match dengan dunia kerja, tenaga pengajar profesional, hingga fasilitas pembelajaran seperti laboratorium gizi dan kerja sama dengan berbagai mitra layanan kesehatan.
Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Kurnia Rimadhanti Ningtyas, menambahkan bahwa pengalaman praktik menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran mahasiswa.
“Kami memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik laboratorium dan magang di fasilitas kesehatan. Hal ini penting untuk membentuk lulusan yang siap kerja, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi,” ungkapnya.
Pembukaan Prodi Gizi Klinis ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi di bidang kesehatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting dan perbaikan status gizi nasional.
Dengan terbitnya izin resmi ini, Polinela semakin menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang inovatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pembangunan nasional. Kehadiran Prodi Gizi Klinis diharapkan menjadi pusat pengembangan keilmuan sekaligus wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing global.














