Media90 – Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029 dengan menggelar musyawarah cabang (Muscab) sebagai bagian dari konsolidasi nasional.
Kegiatan Muscab di Lampung digelar di Hotel Horison Bandar Lampung pada Minggu (26/4/2026) sore, dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono.
Muscab Jadi Bagian Persiapan Verifikasi Pemilu
Dalam kesempatan tersebut, Muhamad Mardiono menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda internal partai, melainkan bagian penting dalam memenuhi persyaratan verifikasi partai politik peserta pemilu.
“Kami menekankan tidak boleh ada struktur partai yang abai terhadap tahapan ini. Setiap partai politik tentu bertujuan mengikuti kontestasi Pemilu, sehingga seluruh persyaratan harus dipersiapkan sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan Muscab menjadi pintu awal untuk memastikan soliditas struktur partai hingga ke tingkat bawah.
Konsolidasi Berjenjang hingga Kecamatan
Setelah Muscab rampung, PPP akan melanjutkan konsolidasi melalui musyawarah anak cabang di tingkat kecamatan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat jaringan partai secara menyeluruh.
PPP juga masih memiliki waktu lebih dari tiga tahun untuk menyusun strategi politik secara matang menghadapi Pemilu 2029.
“Kami optimistis, dengan mitigasi sejak awal dan konsolidasi berjenjang, PPP mampu meningkatkan performa elektoral,” tambahnya.
Target Semua Dapil Terisi Kursi
Lampung dinilai memiliki potensi besar bagi Partai Persatuan Pembangunan. Selain basis massa yang kuat dari kalangan nahdiyin, kepemimpinan DPW PPP Lampung yang saat ini diisi generasi muda juga menjadi modal penting untuk meningkatkan perolehan suara.
Mardiono menargetkan tidak ada lagi daerah pemilihan (dapil) yang kosong dari kursi PPP pada Pemilu 2029. Sebagai partai berasaskan Islam, PPP diharapkan mampu hadir sebagai representasi umat di parlemen.
Dengan langkah konsolidasi yang terstruktur dan strategi yang matang, PPP optimistis dapat memperkuat posisi politiknya, khususnya di wilayah Lampung.














