BERITA

Program MBG di Lampung Diperkuat, BGN Tekankan Kualitas dan Keamanan Pangan

9
×

Program MBG di Lampung Diperkuat, BGN Tekankan Kualitas dan Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Konsolidasi Program MBG Lampung, BGN Tekankan Standar Mutu dan Keamanan Pangan
Konsolidasi Program MBG Lampung, BGN Tekankan Standar Mutu dan Keamanan Pangan

Media90 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lampung terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis. Hal tersebut terungkap dalam rapat konsolidasi (rakor) yang melibatkan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel), mitra, serta yayasan, yang digelar di Bandar Lampung, Sabtu (14/2/2026).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi balita, ibu hamil, dan anak sekolah.

Menurutnya, program ini diharapkan mampu menekan angka stunting dan malnutrisi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Selain itu, MBG juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.

“Selain meningkatkan gizi masyarakat, program MBG juga dirancang untuk membangkitkan ekonomi daerah dengan memberdayakan UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok utama kebutuhan pangan,” kata Sony Sanjaya.

Baca Juga:  Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Program Makan Bergizi Gratis Sentuh 36 Juta Penerima Manfaat

Berdasarkan data BGN Lampung, saat ini terdapat 1.010 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 818 di antaranya telah tersertifikasi. Program ini juga didukung oleh sekitar 1.000 mitra, serta 4.216 supplier yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Lampung.

Untuk menunjang operasional SPPG, Lampung mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp886.394.347.200 per bulan. Dalam satu tahun, total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp10.636.732.166.400.

Sony menekankan pentingnya seluruh SPPG untuk menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin. Hal ini guna memastikan kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga, sehingga dapat mencegah potensi kasus keracunan.

“Kami tidak ingin ada lagi persoalan keracunan. Karena itu, SOP harus dijalankan dengan disiplin demi keselamatan para penerima manfaat,” tegas Sony.

Baca Juga:  Kapten Timnas AMIN Resmi Diumumkan: Muhammad Syaugi Alaydrus Pimpin Kontestasi Demokrasi 2024

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program MBG. Ia menilai program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan sektor pangan lokal.

Menurutnya, dengan melibatkan pelaku usaha daerah, program ini dapat menciptakan perputaran ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para mitra, program MBG di Lampung diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata, baik bagi peningkatan kesehatan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *