BERITA

Setelah Berbulan-bulan Terjebak Sindikat Calo, Warga Kalianda Akhirnya Pulang dari Merauke

Luluk RJMP
29
×

Setelah Berbulan-bulan Terjebak Sindikat Calo, Warga Kalianda Akhirnya Pulang dari Merauke

Sebarkan artikel ini
Warga Kalianda Jadi Korban Calo Kerja Kapal Ikan di Merauke Bupati Egi Ingatkan Waspada Janji Kerja

Media90 – Setelah berbulan-bulan terjebak dalam jerat sindikat calo tenaga kerja kapal ikan di Merauke, Ahmad Abi Ar-Razi akhirnya kembali ke kampung halamannya di Lampung Selatan.

Kepulangannya bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi menjadi kisah penuh luka, harapan, sekaligus peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar daerah.

Ads
close ads

Aji tiba di Bandara Radin Inten II pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 20.10 WIB setelah menempuh perjalanan panjang dari Merauke, Papua Selatan. Kedatangannya disambut haru oleh keluarga yang telah lama menanti, serta didampingi jajaran Dinas Sosial Lampung Selatan yang turut membantu proses kepulangan.

Suasana emosional kembali terasa pada Kamis (9/4/2026) saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengunjungi kediaman orang tua Aji di Lingkungan 05 Sukajadi, Kalianda.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi Aji yang saat ini masih menjalani pemulihan kesehatan. Berdasarkan pemeriksaan awal, Aji mengalami sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari batuk berdahak hijau, anemia, hingga keluhan pada kaki yang membuatnya kesulitan berjalan normal. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan berencana menurunkan tim medis untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Bupati Egi menyampaikan keprihatinannya atas apa yang dialami Aji. Ia menegaskan kasus ini harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Saya menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menerima tawaran pekerjaan, jangan mudah percaya dengan janji-janji yang belum jelas,” kata Radityo Egi Pratama.

Ia juga menegaskan akan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik penipuan tersebut. Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk proses lebih lanjut.

Di tengah kondisi yang masih lemah, Aji juga mendapat dorongan untuk kembali melanjutkan pendidikan. Ia diketahui sempat bersekolah hingga kelas satu SMA sebelum memutuskan bekerja.

Kisah pilu Aji bermula ketika ia menerima tawaran kerja di kapal ikan dengan iming-iming gaji Rp5 juta per bulan. Ia berangkat dari Jakarta menuju Merauke dengan harapan dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Namun, setibanya di lokasi, gajinya langsung dipotong Rp4 juta dengan alasan biaya transportasi, sehingga hanya menerima Rp1 juta pada awal bekerja. Selama kurang lebih 10 bulan bekerja, Aji mengaku hanya menerima gaji pada bulan pertama, sementara delapan bulan berikutnya tidak dibayar meski tetap dipaksa bekerja dalam kondisi berat.

Kini, setelah kembali ke tanah kelahiran, Aji masih menjalani masa pemulihan bersama keluarga. Sang ayah, Ahmad Yunus (50), menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan anaknya, serta berharap kejadian serupa tidak terulang pada warga lainnya.

Tinggalkan Balasan