BISNIS

Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar, Volume Trading USDT di Bittime Naik 40%

Novta Tria
25
×

Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar, Volume Trading USDT di Bittime Naik 40%

Sebarkan artikel ini
Lonjakan Volume Trading di Bittime Tembus 40 Usai USDT Sentuh Rp17.000

Media90 – Nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan hingga sempat menembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (USD). Kondisi ini turut diikuti oleh meningkatnya aktivitas perdagangan aset kripto, di mana Bittime mencatat kenaikan volume trading pasangan USDT/IDR hingga 40% dalam sepekan terakhir.

Di tengah situasi makroekonomi yang tidak stabil, pasar kripto juga mengalami tekanan. Harga Bitcoin dilaporkan sempat terkoreksi hingga ke level $68.700 akibat aksi jual di pasar global. Namun, kondisi tersebut justru mendorong sebagian investor untuk beralih ke aset yang dinilai lebih stabil seperti USDT.

Ads
close ads

Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan strategi investasi di kalangan investor lokal yang cenderung merespons tekanan ekonomi global. USDT dinilai menjadi salah satu pilihan untuk menjaga nilai aset di tengah pelemahan Rupiah dan volatilitas pasar kripto.

USDT sebagai aset stablecoin dianggap memiliki likuiditas yang lebih stabil, sehingga banyak digunakan sebagai “safe haven” sementara ketika pasar mengalami fluktuasi tajam. Hal ini turut tercermin dari meningkatnya aktivitas transaksi di platform exchange berizin.

Bittime sendiri memungkinkan pengguna untuk menukar Rupiah ke USDT secara langsung melalui platform yang telah berizin dan diawasi. Selain itu, tersedia fitur swap IDR/USDT yang dapat diakses selama 24 jam penuh, sehingga memberikan fleksibilitas bagi investor dalam melakukan transaksi kapan saja tanpa batasan jam operasional.

Selain itu, Bittime juga menghadirkan program promosi bertajuk “Begin Investing in Gold with $XAUT Today” melalui fitur cashback emas XAUT. Program ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk memperoleh cashback hingga Rp1.000.000 dengan minimal deposit Rp1.000.000 pada berbagai aset kripto, termasuk USDT/IDR.

Program tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi investor untuk mulai melakukan diversifikasi aset digital. Meski demikian, para pelaku pasar diingatkan bahwa keputusan investasi tidak sebaiknya hanya mengikuti tren, melainkan harus didasarkan pada pemahaman yang kuat terhadap aset yang dipilih.

Karena itu, edukasi mengenai manajemen risiko serta pemahaman terhadap kondisi makroekonomi menjadi hal penting dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital.

Investor juga perlu memahami bahwa aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, hingga regulasi. Oleh sebab itu, riset mandiri serta diskusi dengan komunitas yang kredibel menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Tinggalkan Balasan