Media90 – Fenomena tak biasa terjadi di kawasan Camp Buluh, saat seekor Orangutan bernama Timtom terekam kamera melakukan aktivitas yang jarang terjadi di alam liar. Dalam video yang beredar, Timtom terlihat santai mandi menggunakan gayung di toilet milik staf perawatnya.
Aksi tersebut langsung menarik perhatian publik. Selain menunjukkan kecerdasan tinggi satwa, perilaku ini juga menjadi indikasi adanya perubahan kondisi lingkungan yang memengaruhi kehidupan hewan liar.
Kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di habitat alami. Sungai-sungai yang biasanya menjadi sumber utama air mengalami penurunan debit secara signifikan. Kondisi ini mendorong Timtom untuk mencari alternatif sumber air yang lebih mudah dijangkau, termasuk fasilitas di lingkungan manusia.
Meniru Kebiasaan Manusia
Yang membuat peristiwa ini semakin menarik adalah cara Timtom mandi. Ia tidak sekadar bermain air, tetapi benar-benar meniru kebiasaan manusia. Dengan menggunakan gayung, Timtom menyiram tubuhnya berulang kali layaknya seseorang yang sedang mandi.
Perilaku tersebut diduga merupakan hasil pengamatan terhadap aktivitas para perawatnya. Sebelumnya, Timtom kerap memperhatikan dari kejauhan sebelum akhirnya mencoba melakukan hal serupa.
Aksi unik ini sempat membuat staf kewalahan. Mereka mencoba membujuk Timtom keluar dari kamar mandi, namun ia tetap bertahan hingga selesai. Setelah puas, Timtom keluar dengan sendirinya dan kembali ke kandangnya tanpa menunjukkan tanda stres.
Indikasi Tekanan Lingkungan
Pihak pengelola mengaku kagum dengan kemampuan adaptasi dan kecerdasan Timtom. Kemampuan meniru perilaku manusia menjadi bukti bahwa orangutan memiliki daya belajar yang tinggi, terutama dalam situasi yang menuntut perubahan.
Namun di sisi lain, kejadian ini juga menjadi pengingat penting. Tekanan lingkungan seperti kemarau ekstrem dapat memaksa satwa liar keluar dari kebiasaan alaminya demi bertahan hidup.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan bahwa perubahan iklim dan kondisi lingkungan tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga memengaruhi perilaku dan pola hidup satwa di alam liar.














