ENTERTAINMENT

Viral Ritual Cium Ban Bus Pariwisata demi Anti Mabuk, Netizen Soroti Risiko Kesehatan

Avatar
9
×

Viral Ritual Cium Ban Bus Pariwisata demi Anti Mabuk, Netizen Soroti Risiko Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Viral Ritual Cium Ban Bus Demi Cegah Mabuk Perjalanan Netizen Khawatirkan Kesehatan

Media90 – Media sosial kembali diramaikan dengan video tak biasa yang memperlihatkan aksi sekelompok wisatawan sebelum berangkat menggunakan bus pariwisata. Dalam rekaman tersebut, mereka terlihat bergantian membungkuk lalu mencium roda bus yang akan ditumpangi.

Aksi ini langsung menyita perhatian publik dan memicu perdebatan luas di dunia maya. Video tersebut diunggah ulang oleh akun Threads @emaknyaab dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform.

Ads
close ads

Dalam tayangan, beberapa orang tampak santai menempelkan bibir hingga hidung ke permukaan ban kendaraan besar. Menurut narasi yang beredar, tindakan tersebut dilakukan sebagai “ritual” agar terhindar dari mabuk darat selama perjalanan wisata.

Belum diketahui pasti apakah aksi tersebut merupakan bagian dari tradisi tertentu atau hanya sekadar tren iseng. Namun, sebagian orang mengaitkannya dengan kepercayaan tidak tertulis yang berkembang di kalangan tertentu.

Alih-alih dianggap unik, aksi ini justru menuai banyak kritik dari netizen. Kolom komentar dipenuhi berbagai tanggapan bernada heran hingga kecaman, terutama terkait aspek kebersihan.

Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan menyebut, “Apa nggak mikir kalau bannya habis melindes kotoran kucing, tikus, atau ular di jalan? Hadeh, mbok yang cerdas sedikit!”

Komentar lain juga menyoroti potensi paparan bakteri dan kuman berbahaya dari permukaan ban kendaraan yang kotor.

Secara medis, tindakan mencium ban kendaraan memang berisiko tinggi. Ban merupakan bagian kendaraan yang paling sering bersentuhan langsung dengan berbagai kontaminan di jalan, mulai dari debu, lumpur, hingga limbah dan kotoran.

Kontak langsung dengan area tersebut, terlebih pada bagian wajah seperti mulut dan hidung, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan akibat paparan mikroorganisme berbahaya.

Hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai lokasi kejadian dalam video tersebut. Meski demikian, rekaman ini telah dibagikan ribuan kali dan menjadi bahan diskusi hangat di berbagai platform media sosial.

Tinggalkan Balasan