INTERNASIONAL

Dubes UEA Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Buka Jalan Perdamaian dan Stabilitas

Novta Tria
15
×

Dubes UEA Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Buka Jalan Perdamaian dan Stabilitas

Sebarkan artikel ini
Dubes UEA Harap Gencatan Senjata AS‑Iran Buka Jalan Menuju Perdamaian dan Stabilitas
Dubes UEA Harap Gencatan Senjata AS‑Iran Buka Jalan Menuju Perdamaian dan Stabilitas

Media90 Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata selama dua minggu. Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, menyambut baik kesepakatan ini sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan.

“UEA dan negara sahabat di GCC dan Yordania selalu menyerukan deeskalasi, gencatan senjata, dan diskusi di ruang diplomatis. Kami tidak ingin ada eskalasi,” ujar Al-Dhaheri kepada wartawan di kediamannya, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

Ads
close ads

Al-Dhaheri berharap masa gencatan senjata ini menjadi kesempatan untuk menemukan jalan damai. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan waktu dua minggu ke depan agar pihak yang berkonflik dapat mencapai kesepakatan demi stabilitas.

Baca Juga:  Hotel Pertama di Bulan Mulai Buka Reservasi, Impian Wisata Antariksa Kian Mendekati Realitas

“Saat ini adalah waktu yang baik untuk membicarakan jalan ke depan, berdiskusi soal kedamaian dan stabilitas. Kami berharap dalam kurun waktu dua minggu ini, kita bisa mencapai kesepakatan untuk menimbulkan stabilitas, agar kita bisa bekerja untuk mencapai kemakmuran bagi negara kita,” jelasnya.

Dubes UEA juga menekankan bahwa perdamaian akan berdampak pada stabilitas ekonomi global, terutama karena banyak negara bergantung pada Selat Hormuz. “Kita harus membangun bersama, bergerak maju bersama, saling terlibat dengan tenteram dan aman. Kita harus melihat Teluk Hormuz bergerak karena tidak ingin melihat kehancuran rantai pasok,” ujarnya.

Ia menambahkan, konflik sebelumnya telah menimbulkan korban luka, korban jiwa, dan gangguan ekonomi, termasuk kehilangan pekerjaan dan kesulitan mobilitas. “Ini yang tidak ingin kita lihat. Kita ingin melihat ada resiliensi, teluk yang baik, kita punya makanan, dan banyak komoditas berbeda,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan