INTERNASIONAL

Viral! Suporter dari Beberapa Negara Afrika Harus Bayar Rp253 Juta untuk Nonton Piala Dunia 2026 di AS

Avatar
123
×

Viral! Suporter dari Beberapa Negara Afrika Harus Bayar Rp253 Juta untuk Nonton Piala Dunia 2026 di AS

Sebarkan artikel ini
Viral Harga Tiket Piala Dunia 2026 di AS Capai Rp253 Juta Suporter Terkejut

Media90 – Menjelang gelaran Piala Dunia FIFA 2026, muncul kebijakan yang mengejutkan publik, khususnya bagi suporter dari beberapa negara Afrika.

Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan menetapkan aturan tambahan berupa biaya tinggi bagi suporter dari negara tertentu yang ingin masuk dan menonton langsung pertandingan.

Ads
close ads

Dalam kebijakan tersebut, suporter dari negara seperti Aljazair, Senegal, Cape Verde, Pantai Gading, hingga Tunisia disebut harus membayar biaya sekitar Rp253 juta untuk dapat menghadiri pertandingan. Jumlah ini tentu menjadi sorotan karena dinilai sangat tinggi dan memberatkan.

Cape Verde: Euforia Lolos Perdana, Tapi Terhalang Biaya

Kondisi ini terasa semakin ironis bagi suporter Cape Verde, yang baru pertama kali merasakan timnya lolos ke Piala Dunia. Alih-alih merayakan euforia dengan menyaksikan langsung di stadion, mereka justru dihadapkan pada aturan yang sulit dijangkau secara finansial.

Kebijakan ini dikaitkan dengan upaya pemerintah era Donald Trump dalam memperketat pengawasan imigrasi. Langkah tersebut disebut bertujuan untuk mencegah potensi imigrasi ilegal selama berlangsungnya ajang olahraga terbesar di dunia.

Kontroversi dan Respons Publik

Aturan ini langsung memicu perdebatan luas. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut berpotensi diskriminatif, karena hanya menyasar negara tertentu. Di sisi lain, ada pula yang memahami langkah tersebut sebagai bagian dari kebijakan keamanan nasional.

Demikian informasi tentang viralnya kebijakan AS yang mewajibkan suporter dari beberapa negara Afrika bayar Rp253 juta untuk nonton Piala Dunia 2026. Tujuan resmi kebijakan ini disebut untuk mencegah imigrasi ilegal, meski banyak menimbulkan kontroversi.

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital. Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan…

Tuai Kecaman, Indonesia Protes Israel atas Spanduk di Reruntuhan RS Indonesia Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman tegas terhadap tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Jalur Gaza. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat diterima. Ads close ads Dinilai Provokatif dan Cederai Nilai Kemanusiaan Spanduk bertuliskan “Rising Lion” yang dipasang oleh pasukan Israel dinilai bukan sekadar simbol militer, tetapi juga bentuk propaganda yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, spanduk tersebut ditempatkan di lokasi fasilitas kesehatan yang telah hancur. Kemlu RI menegaskan…

Teknologi Satelit China Diduga Digunakan Iran untuk Intai dan Serang Basis AS
INTERNASIONAL

Media90 – Isu penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik militer kembali mencuat. Kali ini, laporan intelijen Amerika Serikat menyebut adanya dugaan bahwa Iran memanfaatkan teknologi citra satelit berbasis AI dari perusahaan China untuk menentukan target serangan di Timur Tengah. Dugaan ini semakin memperkeruh situasi geopolitik yang memang sudah memanas di kawasan tersebut. Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal dari Defense Intelligence Agency (DIA), badan intelijen militer di bawah Pentagon. Menurut sumber tersebut, teknologi AI memungkinkan Iran mengidentifikasi target militer dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional. Ads close ads Peran AI dalam Analisis Target Militer Teknologi…

Persaingan Global Memanas, Xi Jinping Andalkan AI dan Militer Lawan Amerika Serikat
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan kedua negara kini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga merambah ke teknologi canggih dan kekuatan militer. Dalam konteks ini, Presiden Xi Jinping disebut mulai memperkuat strategi jangka panjang yang bertumpu pada kecerdasan buatan (AI) dan modernisasi militer sebagai kunci utama menghadapi rivalitas global dengan Washington. AI dan Teknologi Jadi Arah Strategis Masa Depan China saat ini tengah mempercepat pembangunan ekosistem teknologi nasional yang lebih mandiri. Dalam rencana lima tahunannya, Beijing memprioritaskan sektor strategis seperti AI, komputasi kuantum, dan jaringan 6G sebagai fondasi…

Peluang Karier: Amerika Rekrut Gamer Jadi Petugas ATC, Gaji Tembus Rp2,6 Miliar
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia gaming kini tidak lagi sekadar dianggap sebagai hiburan atau hobi, tetapi mulai dipandang sebagai sumber keterampilan kognitif yang bernilai tinggi di dunia kerja profesional. Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat, di mana otoritas penerbangan mulai merekrut para gamer untuk mengisi posisi strategis sebagai Air Traffic Controller (ATC) atau petugas lalu lintas udara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga ahli di sektor penerbangan, sekaligus memanfaatkan kemampuan khas yang dimiliki para pemain gim, terutama dalam hal refleks cepat, pengambilan keputusan, dan pengelolaan informasi kompleks. Ads close ads Gamer Dinilai Punya Kecocokan dengan Dunia ATC Menurut evaluasi Federal…