INTERNASIONAL

Hotel Pertama di Bulan Mulai Buka Reservasi, Impian Wisata Antariksa Kian Mendekati Realitas

5
×

Hotel Pertama di Bulan Mulai Buka Reservasi, Impian Wisata Antariksa Kian Mendekati Realitas

Sebarkan artikel ini
Fantastis! Hotel Pertama di Bulan Buka Reservasi dengan Tarif hingga Rp4 Miliar
Fantastis! Hotel Pertama di Bulan Buka Reservasi dengan Tarif hingga Rp4 Miliar

Media90 – Impian manusia untuk berwisata ke luar angkasa dan menginap langsung di permukaan Bulan kini tak lagi sebatas cerita film fiksi ilmiah. Memasuki pertengahan Januari 2026, batas antara angan-angan dan realitas komersial semakin menipis setelah sebuah perusahaan rintisan teknologi antariksa asal Amerika Serikat, GRU Space, mengumumkan langkah berani yang mengejutkan dunia.

Perusahaan tersebut secara resmi membuka pemesanan awal (pre-booking) kamar hotel di Bulan. Langkah ini menandai babak baru dalam perlombaan pariwisata luar angkasa (space tourism), di mana Bulan tidak lagi hanya dipandang sebagai objek penelitian ilmiah, melainkan sebagai destinasi liburan ultra-mewah bagi kalangan elit global.

Tiket Masuk untuk Kaum Ultra-Kaya

Pengumuman ini langsung menyita perhatian publik internasional, terutama karena banderol harga yang fantastis. Untuk sekadar mengamankan posisi dalam daftar tunggu (waitlist), calon wisatawan diwajibkan membayar deposit awal mulai dari 250.000 dolar AS atau sekitar Rp4,2 miliar, hingga 1 juta dolar AS atau setara Rp16,8 miliar, tergantung paket dan prioritas keberangkatan yang dipilih.

Baca Juga:  Nestlé Tarik Susu Formula di 49 Negara Setelah Terdeteksi Racun Ceurelide

Namun, pihak GRU Space menegaskan bahwa nominal tersebut hanyalah uang muka. Biaya total perjalanan pulang-pergi dari Bumi ke Bulan, termasuk akomodasi, pelatihan pra-keberangkatan, serta sistem keselamatan, diperkirakan akan menembus puluhan juta dolar AS per orang. Hal ini memperjelas bahwa pada tahap awal, wisata Bulan masih menjadi privilese eksklusif bagi segelintir individu dengan kekayaan ultra-tinggi (ultra-high-net-worth).

Arsitektur Futuristik Bernuansa Seni Klasik

Salah satu daya tarik utama dari proyek ini terletak pada konsep arsitekturnya. Berbeda dari desain stasiun luar angkasa konvensional yang cenderung kaku dan fungsional seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), GRU Space menjanjikan pengalaman estetika yang megah dan nyaman.

Pendiri GRU Space, Skyler Chan, mengungkapkan bahwa desain hotel Bulan terinspirasi dari Palace of Fine Arts di San Francisco. Konsep ini menggabungkan keagungan arsitektur klasik dengan teknologi mutakhir di lingkungan gravitasi rendah. Render desain yang telah beredar memperlihatkan bangunan elegan dengan jendela panorama besar, memungkinkan tamu menikmati pemandangan “Earthrise” — momen terbitnya Bumi di cakrawala Bulan — langsung dari kamar mereka.

Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada kemewahan visual, tetapi juga pada aspek psikologis. Dengan menciptakan suasana yang terasa “berbudaya” dan akrab, GRU Space berharap dapat mengurangi efek stres dan isolasi yang kerap dialami manusia dalam perjalanan luar angkasa jarak jauh.

Baca Juga:  Lampung Masuk 10 Besar Destinasi Wisata Nasional 2025, Dorong Perputaran Ekonomi Hingga Rp53 Triliun

Ambisi Besar di Balik Struktur Perusahaan Minimalis

Di balik konsep futuristik tersebut, terdapat fakta yang cukup mencuri perhatian. Hingga akhir 2025, GRU Space diketahui sebagian besar dijalankan secara mandiri oleh Skyler Chan. Model “one-man show” ini memicu kekaguman sekaligus skeptisisme di industri antariksa yang terkenal kompleks dan padat teknologi.

Chan meyakini bahwa struktur perusahaan yang ramping memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan fleksibel. Namun, para analis menilai tantangan teknis membangun hunian layak di Bulan—dengan paparan radiasi tinggi, debu regolith yang abrasif, serta fluktuasi suhu ekstrem—membutuhkan kolaborasi insinyur kelas dunia dan investasi bernilai triliunan rupiah.

Target operasional komersial pada 2032 dinilai ambisius. Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur peluncuran global, termasuk roket generasi baru seperti Starship milik SpaceX atau wahana berat lainnya yang mampu mengangkut modul hotel ke permukaan Bulan.

Pariwisata sebagai Mesin Eksplorasi Antariksa

Lebih dari sekadar bisnis mewah, GRU Space mengusung visi jangka panjang bahwa pariwisata dapat menjadi mesin penggerak eksplorasi tata surya. Filosofi ini dianalogikan dengan era awal pelayaran samudra dan industri penerbangan, di mana perjalanan kaum elit menjadi sumber pendanaan bagi pengembangan teknologi yang kelak dapat diakses publik luas.

Baca Juga:  Fenomena Langka: Bulan Berdampingan dengan Planet Saturnus, Malam Ini Tonton Tanpa Alat Bantu!

Keuntungan dari hotel Bulan direncanakan akan diinvestasikan kembali untuk riset dan pengembangan teknologi kolonisasi Mars. Dengan demikian, para miliarder yang membayar deposit hari ini secara tidak langsung menjadi investor bagi masa depan peradaban manusia multi-planet.

Menanti Fajar Baru di Tahun 2032

Meski masih dibayangi keraguan terkait kelayakan teknis dan aspek keselamatan, pembukaan reservasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar wisata luar angkasa tengah memasuki fase matang. Antusiasme publik terhadap eksplorasi antariksa, yang dipicu oleh misi Artemis dan komersialisasi orbit rendah Bumi, kini berada pada titik tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Bagi kalangan super-kaya, deposit miliaran rupiah mungkin dianggap sepadan untuk mendapatkan tempat dalam sejarah. Jika GRU Space berhasil merealisasikan visinya, para tamu hotel Bulan tidak hanya menikmati liburan paling eksotis yang pernah ada, tetapi juga mengalami Overview Effect—pengalaman transformatif melihat Bumi sebagai “kelereng biru” yang rapuh dari kejauhan.

Kini, dunia menanti apakah GRU Space benar-benar mampu mengubah render futuristik tersebut menjadi bangunan nyata di permukaan Bulan, entah di Kawah Shackleton atau Mare Tranquillitatis, enam tahun mendatang. Satu hal yang pasti, mimpi manusia untuk bermalam di Bulan tak lagi terdengar mustahil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *