INTERNASIONAL

Militer Amerika Serikat Akui Kesalahan Serangan Rudal di Iran, Sekolah Dasar Putri Jadi Korban

66
×

Militer Amerika Serikat Akui Kesalahan Serangan Rudal di Iran, Sekolah Dasar Putri Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
AS Akui Salah Sasaran Serangan Rudal di Iran, Sekolah Dasar Putri Jadi Korban dan Tewaskan 170 Orang
AS Akui Salah Sasaran Serangan Rudal di Iran, Sekolah Dasar Putri Jadi Korban dan Tewaskan 170 Orang

Media90 – Militer Amerika Serikat mengakui adanya kesalahan dalam serangan rudal yang terjadi di Iran pada 28 Februari 2026. Target yang seharusnya merupakan fasilitas militer justru mengenai sebuah sekolah dasar putri, memicu tragedi besar dengan korban jiwa yang sangat tinggi.

Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 170 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban disebut merupakan anak-anak yang berada di lingkungan sekolah saat serangan terjadi.

Ads
close ads

Tragedi ini segera menarik perhatian dunia internasional karena tingginya jumlah korban sipil, terutama anak-anak.

Kesalahan Diduga Berasal dari Data Intelijen Lama

Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa kesalahan penargetan tersebut diduga dipicu oleh penggunaan data intelijen yang sudah tidak diperbarui.

Baca Juga:  Terobosan Medis di Australia: Tes Darah Bisa Prediksi Risiko Kekambuhan Kanker Kepala dan Leher

Menurut laporan sejumlah media Amerika Serikat yang dirangkum oleh media Inggris The Guardian, perencana operasi militer menggunakan koordinat target dari data lama milik Defense Intelligence Agency.

Bangunan yang menjadi sasaran serangan tersebut memang pernah menjadi bagian dari kompleks militer Iran pada masa lalu. Namun, berdasarkan citra satelit terbaru, fasilitas tersebut sudah lama tidak lagi digunakan untuk kepentingan militer.

Lokasi itu bahkan telah dialihfungsikan menjadi sekolah dasar putri lengkap dengan berbagai fasilitas pendidikan seperti lapangan bermain dan dinding yang dihiasi mural berwarna.

Pernyataan Menteri Pertahanan AS

Menanggapi laporan yang beredar, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, belum memberikan komentar rinci terkait hasil investigasi awal tersebut.

Baca Juga:  Penulisan “Thailand” Jadi “Tailan” di Peta Indonesia, Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Dalam konferensi pers di Pentagon, ia menyatakan bahwa pihaknya tidak akan langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan laporan media.

“Kami tidak akan membiarkan laporan media mengarahkan atau memaksa kami untuk menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa investigasi lanjutan akan dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti kesalahan penargetan tersebut.

Investigasi Independen Akan Dilakukan

Proses penyelidikan tingkat tinggi tersebut akan dipimpin oleh seorang perwira jenderal Amerika Serikat yang berasal dari luar United States Central Command (CENTCOM).

CENTCOM sendiri merupakan komando militer yang bertanggung jawab atas berbagai operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk yang berkaitan dengan situasi di Iran.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan investigasi berjalan secara independen dan menyeluruh.

Sorotan Dunia Internasional

Kasus ini menjadi perhatian luas di tingkat global karena tingginya jumlah korban sipil akibat serangan tersebut. Selain itu, penggunaan data intelijen lama dalam operasi militer juga memunculkan pertanyaan serius mengenai prosedur verifikasi target sebelum serangan dilakukan.

Banyak pihak menilai tragedi ini menunjukkan pentingnya proses konfirmasi data yang lebih ketat, terutama ketika operasi militer berpotensi berdampak pada wilayah sipil.

Insiden tersebut kini menjadi salah satu peristiwa yang paling disorot dalam dinamika geopolitik Timur Tengah sepanjang tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *