INTERNASIONAL

Viral Ramalan Bumi Hilang Gravitasi 12 Agustus 2026, Fakta atau Sekadar Hoaks?

4
×

Viral Ramalan Bumi Hilang Gravitasi 12 Agustus 2026, Fakta atau Sekadar Hoaks?

Sebarkan artikel ini
Klaim Bumi Tanpa Gravitasi 12 Agustus 2026 Viral di Media Sosial, Fakta atau Hoaks?
Klaim Bumi Tanpa Gravitasi 12 Agustus 2026 Viral di Media Sosial, Fakta atau Hoaks?

Media90 – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh narasi mengejutkan yang mengklaim bahwa Bumi akan mengalami fenomena langka berupa hilangnya gravitasi secara total. Informasi yang menyebar luas di platform TikTok dan X tersebut menyebutkan bahwa pada 12 Agustus 2026, seluruh benda di permukaan Bumi akan melayang selama tujuh detik.

Klaim ini sontak memicu beragam reaksi warganet, mulai dari rasa takut, penasaran, hingga perdebatan terkait kebenarannya secara ilmiah. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, penting bagi masyarakat untuk memisahkan fakta sains dari rumor yang tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Menelusuri Asal Usul Isu Hilangnya Gravitasi

Kabar mengenai Bumi kehilangan gravitasi pada tahun 2026 sejatinya bukan isu baru. Pola penyebaran narasi serupa kerap muncul berulang kali di internet, dengan hanya mengganti tanggal kejadian agar terlihat relevan dan kembali viral.

Baca Juga:  GRU Space Siapkan Hotel Mewah Pertama di Bulan: Sekarang Sudah Bisa Dipesan

Narasi ini umumnya menyebutkan adanya momen tertentu ketika gravitasi Bumi menjadi nol atau zero gravity, sehingga manusia bisa merasakan sensasi melayang layaknya astronot di luar angkasa. Bahkan, beberapa unggahan menyarankan masyarakat untuk melompat pada jam tertentu demi “merasakan” fenomena tersebut.

Secara ilmiah, klaim tersebut tidak memiliki dasar. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang dihasilkan oleh massa suatu benda. Bumi, dengan massanya yang sangat besar, secara konstan menghasilkan gaya gravitasi yang menarik segala sesuatu ke pusatnya.

Agar gravitasi Bumi benar-benar menghilang, diperlukan perubahan ekstrem pada massa Bumi atau hukum dasar fisika alam semesta—sesuatu yang mustahil terjadi secara mendadak. Gravitasi bukanlah sistem yang bisa dimatikan seperti saklar listrik.

Keselarasan Planet Bukan Penyebab Gravitasi Nol

Hoaks ini sering dikaitkan dengan fenomena astronomi seperti keselarasan atau konjungsi planet. Memang benar, pada waktu-waktu tertentu planet-planet dapat berada dalam satu garis lurus relatif terhadap Bumi.

Namun, para astronom menegaskan bahwa gaya tarik gravitasi planet lain—seperti Jupiter atau Mars—terhadap manusia di Bumi sangatlah kecil. Tarikan gravitasi Bumi jauh lebih dominan, sehingga posisi planet lain tidak akan pernah mampu membuat benda-benda di permukaan Bumi melayang, bahkan selama sepersekian detik sekalipun.

Baca Juga:  Rektor Universitas Lampung (Unila) meresmikan Pusat Keunggulan Mahasiswa Jurusan Kimia untuk Meningkatkan Kualitas Mahasiswa

Penjelasan Ilmiah dan Sikap Lembaga Antariksa

Hingga saat ini, tidak ada satu pun lembaga antariksa kredibel, termasuk NASA maupun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang mengeluarkan peringatan atau pernyataan resmi terkait hilangnya gravitasi pada 12 Agustus 2026.

Para ilmuwan menegaskan bahwa gravitasi Bumi bersifat stabil dan akan tetap ada selama Bumi memiliki massa dan struktur internal yang utuh. Klaim tentang gravitasi yang tiba-tiba menghilang dikategorikan sebagai pseudosains, yang kerap digunakan untuk menarik perhatian dan meningkatkan interaksi di media sosial.

Jika menilik ke belakang, hoaks serupa pernah viral pada 2014 dan 2015 dengan istilah “Zero G Day”. Kala itu, beredar unggahan yang mengatasnamakan akun resmi tertentu dan menyebutkan adanya momen langka pelemahan gravitasi. Namun, pada tanggal yang dijanjikan, tidak ada satu pun bukti ilmiah atau kejadian nyata yang mendukung klaim tersebut.

Baca Juga:  Industri Baterai China Menjadi Mesin Uang Baru Energi Global, Ekspor Tembus US$65 Miliar

Fakta Astronomi 12 Agustus 2026

Alih-alih fenomena gravitasi nol, peristiwa astronomi nyata yang akan terjadi pada 12 Agustus 2026 adalah Gerhana Matahari Total. Fenomena ini diprediksi melintasi wilayah Samudra Arktik hingga sebagian wilayah Eropa, termasuk Spanyol.

Gerhana matahari merupakan peristiwa optik ketika Bulan menutupi cahaya Matahari dari sudut pandang Bumi. Fenomena ini sama sekali tidak berkaitan dengan perubahan gaya gravitasi. Fokus para ilmuwan pada tanggal tersebut adalah observasi korona Matahari dan aktivitas surya, bukan potensi bahaya terhadap stabilitas Bumi.

Kesimpulan: Isu Gravitasi Nol adalah Hoaks

Dengan demikian, kabar yang menyebutkan bahwa Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026 dapat dipastikan tidak benar atau hoaks. Tidak ada mekanisme alamiah yang memungkinkan peristiwa tersebut terjadi dalam skala planet.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi fakta dan tidak mudah terpancing oleh judul sensasional tanpa dukungan riset ilmiah yang sah. Mengandalkan sumber berita sains dan teknologi yang kredibel menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran informasi menyesatkan di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *