Media90 – Aktivitas Gunung Merapi kembali menjadi perhatian setelah laporan pemantauan terbaru menunjukkan adanya guguran lava serta puluhan gempa vulkanik dalam satu periode pengamatan.
Secara visual, gunung api tersebut tampak jelas dengan asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal. Kolom asap terpantau membumbung setinggi sekitar 50 meter dari puncak saat kondisi cuaca cerah.
Petugas juga mencatat arah angin bergerak lemah ke arah timur.
Lava Mengalir Hingga 2 Kilometer
Berdasarkan data pemantauan, Gunung Merapi mengalami lima kali guguran lava yang mengarah ke Kali Sat dan Kali Putih.
Jarak luncur maksimum tercatat mencapai sekitar 2 kilometer dari puncak gunung.
Aktivitas ini menjadi indikasi bahwa suplai magma di dalam tubuh Merapi masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran sewaktu-waktu.
Kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah dengan suhu udara sekitar 20 derajat Celsius, kelembaban mencapai 91 persen, serta tekanan udara 916 mmHg.
Aktivitas Gempa Vulkanik Masih Tinggi
Selain aktivitas visual, aktivitas seismik Gunung Merapi juga masih tergolong tinggi.
Dalam periode pengamatan terbaru, tercatat sebanyak 26 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 1 hingga 35 mm dan durasi gempa mencapai lebih dari 180 detik.
Petugas juga merekam 26 kali gempa hybrid atau fase banyak, dua kali gempa vulkanik dangkal, serta tiga kali gempa tektonik jauh.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas internal Merapi masih aktif dan terus dipantau secara intensif oleh petugas.
Potensi Bahaya di Sejumlah Sektor
Pusat aktivitas vulkanik mengingatkan bahwa potensi bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran.
Pada sektor selatan hingga barat daya, potensi bahaya meliputi aliran melalui Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Selain itu, material vulkanik dari letusan eksplosif berpotensi terlontar hingga radius 3 kilometer dari puncak gunung.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah yang masuk dalam zona potensi bahaya.
Warga juga diminta tetap waspada terhadap ancaman lahar hujan dan awan panas, terutama saat curah hujan meningkat di kawasan sekitar Merapi.
Selain risiko guguran lava, abu vulkanik juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat apabila terjadi erupsi sewaktu-waktu.
Petugas memastikan perkembangan aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara berkala. Jika terjadi peningkatan signifikan, maka status gunung api dapat ditinjau kembali berdasarkan evaluasi terbaru.
Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.














