Media90.id – Seorang Warga Negara Asing (WNA) mengalami kecelakaan lalu lintas serius di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Senin (22/6/2026) malam.
Insiden terjadi di kawasan depan Trinity dan sontak menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas. Lokasi kejadian berada di ruas padat kendaraan yang dikenal sebagai salah satu jalur utama di kawasan bisnis tersebut.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban diduga sempat berada di tengah jalan dan terlihat mondar-mandir sebelum akhirnya mencoba menyeberang. Beberapa saat kemudian, sebuah mobil yang melaju dari arah tertentu diduga dengan kecepatan tinggi menabrak korban di lokasi kejadian.
Benturan keras membuat korban mengalami luka berat, terutama pada bagian kepala. Saat ditemukan, kondisi korban disebut sangat kritis dan membutuhkan penanganan medis darurat segera.
Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal. Setelah mendapatkan pertolongan pertama di tempat kejadian, korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan intensif.
Hingga berita ini ditulis, identitas lengkap korban maupun status kewarganegaraannya belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang. Kondisi terkini korban pasca mendapatkan perawatan juga belum dirilis ke publik.
Peristiwa ini sempat berdampak pada arus lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said. Sejumlah kendaraan melambat saat melintas di sekitar lokasi kejadian, sehingga terjadi kepadatan dalam waktu singkat.
Petugas kepolisian bersama instansi terkait melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan lebih lanjut sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Pengendara yang melintas di kawasan tersebut juga diimbau untuk selalu waspada, mematuhi batas kecepatan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kecelakaan tersebut. Penyebab pasti insiden belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan resmi.
Catatan Redaksi
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan keterangan saksi di lokasi dan data awal yang tersedia saat publikasi.
Kronologi maupun penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Redaksi tidak bermaksud menggiring opini atau menarik kesimpulan di luar fakta yang telah terverifikasi.
Jika terdapat perbedaan informasi, pihak terkait memiliki hak jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kode etik jurnalistik yang berlaku.
Publik diimbau untuk tetap bersikap rasional, tidak menyebarkan spekulasi, serta menunggu informasi resmi dari instansi berwenang.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas kebenaran klaim atau informasi yang beredar di media sosial yang belum dapat diverifikasi secara independen.














