NASIONAL

Driver Maxim Bandara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Maros, Polisi Selidiki Pelaku

Avatar
7
×

Driver Maxim Bandara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Maros, Polisi Selidiki Pelaku

Sebarkan artikel ini
Polisi Selidiki Kematian Driver Maxim Bandara di Maros yang Tewas Bersimbah Darah
Polisi Selidiki Kematian Driver Maxim Bandara di Maros yang Tewas Bersimbah Darah

Media90.id – Warga Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros digegerkan dengan penemuan seorang pria yang diketahui berprofesi sebagai driver Maxim Bandara pada Minggu malam (07/06/2026). Korban diketahui bernama Abd. Haris (50) dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Jalan Irigasi Yonkes sekitar pukul 20.00 WITA.

Korban Ditemukan dengan Luka Parah di Leher dan Pinggang

Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh tergeletak bersimbah darah. Berdasarkan informasi awal, korban mengalami luka terbuka di bagian leher sebelah kanan yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

Ads
close ads

Selain itu, terdapat juga luka pada bagian pinggang korban yang memperkuat dugaan adanya tindakan kekerasan sebelum korban meninggal dunia.

Diduga Baru Pulang Kerja Sebelum Kejadian

Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban diketahui baru saja pulang bekerja sebagai pengemudi Maxim Bandara sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Hingga kini, belum ada saksi yang mengaku melihat langsung kejadian maupun pelaku di lokasi.

Kondisi sekitar yang relatif sepi diduga menjadi salah satu faktor yang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Penyelidikan

Pihak kepolisian dari Polsek Tanralili bersama Satreskrim Polres Maros langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan bukti-bukti pendukung.

Dalam keterangannya, aparat masih mendalami kasus tersebut dan terus mencari petunjuk yang mengarah pada pelaku.

“Tim sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku serta motif kejadian,” demikian keterangan aparat di lokasi.

Dari hasil analisa awal, polisi menduga pelaku mengenal korban atau memiliki hubungan tertentu. Dugaan ini diperkuat oleh kemungkinan pelaku telah mengetahui rutinitas serta waktu kepulangan korban sebelum melakukan aksinya.

Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif utama dan masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Jenazah Dievakuasi untuk Visum

Diketahui, korban merupakan warga BTN Anugrah Residence Kariango dan baru beberapa minggu tinggal di rumah tersebut bersama istri dan dua orang anaknya.

Jenazah korban telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis serta visum forensik guna mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Tinggalkan Balasan