Media90 – Sebanyak empat kasus Hantavirus tercatat di wilayah DKI Jakarta sepanjang tahun 2026. Kabar ini sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan bahwa tiga pasien telah dinyatakan sembuh, sementara satu lainnya masih berstatus suspek.
Menanggapi situasi ini, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimbau masyarakat untuk memahami penyakit ini secara tepat. Edukasi terkait sumber penularan, gejala, dan langkah pencegahan dinilai penting agar masyarakat tetap tenang namun waspada.
Sumber Utama Penularan Hantavirus
Hantavirus merupakan virus zoonotik yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus liar. Beberapa jenis tikus yang menjadi reservoir virus ini antara lain:
- Rattus rattus (tikus rumah)
- Rattus norvegicus (tikus got)
- Tikus ladang dan mencit liar di area permukiman maupun hutan
Salah satu varian yang banyak dibahas adalah Andes virus, yang ditemukan pada tikus liar Oligoryzomys longicaudatus di kawasan Patagonia, Amerika Selatan.
Virus ini dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yaitu infeksi paru-paru berat yang berpotensi menyebabkan gagal napas akut.
Penularan umumnya terjadi ketika manusia menghirup partikel halus yang berasal dari urin, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Apakah Bisa Menular Antar Manusia?
Pertanyaan utama yang muncul di masyarakat adalah apakah hantavirus dapat menular dari manusia ke manusia.
Peneliti BRIN, Arief Mulyono, menjelaskan bahwa penularan antarmanusia memang pernah dilaporkan, namun sangat jarang terjadi.
Menurutnya, karakteristik penyebaran hantavirus sangat berbeda dengan penyakit menular seperti Influenza, Campak, atau COVID-19.
Penularan hanya mungkin terjadi melalui kontak yang sangat erat dan intens dalam waktu lama, terutama pada fase akut penyakit. Bahkan, kasus pada pasangan intim tidak serta-merta menjadikan virus ini sebagai penyakit menular seksual.
Kelompok Rentan Terpapar
Beberapa kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi terpapar hantavirus, antara lain:
- Pekerja pertanian dan kehutanan
- Petugas kebersihan
- Warga di daerah pedesaan
- Orang yang membersihkan gudang atau bangunan lama
Risiko meningkat pada ruangan dengan ventilasi buruk yang terkontaminasi kotoran tikus.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
Untuk mengurangi risiko paparan hantavirus, masyarakat disarankan melakukan langkah-langkah berikut:
- Menjaga kebersihan lingkungan
- Menutup akses masuk tikus ke dalam rumah
- Menyimpan makanan dalam wadah tertutup
- Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berisiko
Saat membersihkan area yang terkontaminasi, sebaiknya menyemprotkan cairan disinfektan terlebih dahulu dan tidak langsung menyapu kotoran kering agar partikel tidak beterbangan di udara.
Tetap Tenang dan Waspada
BRIN menekankan bahwa pencegahan hantavirus membutuhkan pendekatan menyeluruh, termasuk penguatan surveilans, pengendalian populasi tikus, serta edukasi masyarakat melalui pendekatan One Health.
Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan tidak panik namun tetap waspada dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit zoonosis seperti hantavirus.














