Media90.id – Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Kamis (4 Juni 2026) pukul 06:18 WIT. Aktivitas vulkanik tersebut menghasilkan kolom letusan yang cukup tinggi dan hingga saat ini masih terus berlangsung berdasarkan laporan pengamatan terbaru.
Erupsi ini menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Dukono masih berada dalam fase aktif dengan potensi sebaran material vulkanik yang perlu terus diwaspadai oleh masyarakat sekitar.
Kolom Abu Mencapai 1.000 Meter
Dari hasil pengamatan visual, kolom abu terangkat hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung atau setara dengan kurang lebih 2.087 meter di atas permukaan laut. Kolom letusan tersebut terlihat cukup tebal dengan intensitas yang signifikan.
Arah sebaran abu terpantau mengarah ke timur mengikuti kondisi angin di sekitar kawasan gunung.
Status Erupsi Masih Berlangsung
Hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih terus terjadi. Warna kolom abu terlihat kelabu hingga hitam yang menandakan adanya kandungan material vulkanik aktif yang masih terhembus ke atmosfer.
Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih bersifat dinamis dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan intensitas.
Pernyataan Resmi Aktivitas Letusan
Dalam laporan pemantauan disebutkan bahwa erupsi masih berlangsung saat pengamatan dilakukan:
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Kamis, 04 Juni 2026, pukul 06:18 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 2087 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aktivitas Gunung Dukono masih aktif dan terus dipantau secara berkala oleh pihak berwenang.
Arah Sebaran Abu Mengikuti Kondisi Angin
Sebaran abu vulkanik dari erupsi ini bergerak mengikuti arah angin, sehingga wilayah terdampak dapat berubah sewaktu-waktu. Saat ini, abu lebih dominan mengarah ke sisi timur dari gunung.
Karena sifat sebarannya yang dinamis, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Dukono diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan abu di berbagai wilayah.
Imbauan untuk Masyarakat dan Wisatawan
Pihak terkait mengeluarkan sejumlah imbauan demi menjaga keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Dukono, antara lain:
- Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 4 km dari Kawah Malupang Warirang, termasuk mendaki atau mendekati area tersebut.
- Warga di sekitar gunung disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi dampak abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
Langkah ini penting mengingat aktivitas erupsi dapat terjadi secara berkala dan tidak menentu.
Kesimpulan
Erupsi Gunung Dukono pada hari ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih berlangsung aktif dengan kolom abu mencapai 1.000 meter. Meskipun belum menunjukkan tanda mereda, kondisi ini masih terus dipantau oleh pihak berwenang.
Masyarakat di sekitar kawasan gunung diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan resmi, serta menghindari area berbahaya demi keselamatan bersama.














