Media90.id – Qualcomm tampaknya tengah menyiapkan strategi baru untuk lini chipset flagship generasi berikutnya. Bocoran terbaru menyebut perusahaan tersebut sedang menguji dua versi Snapdragon 8 Elite Gen 6, yakni model standar dan varian Pro.
Menariknya, kedua chipset tersebut dikabarkan memiliki kecepatan clock CPU yang sama. Dengan demikian, perbedaan performa antara Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro kemungkinan tidak berasal dari inti prosesor yang lebih cepat, melainkan dari teknologi memori, penyimpanan, serta komponen pendukung lainnya.
Perbedaan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Versi Pro
Salah satu perbedaan utama kedua chipset tersebut disebut terletak pada dukungan RAM. Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi standar kabarnya masih mengandalkan teknologi LPDDR5X.
Sementara itu, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro disebut akan menjadi salah satu chipset pertama yang mendukung RAM LPDDR6. Teknologi memori generasi baru ini menawarkan bandwidth yang lebih tinggi, sehingga berpotensi memberikan peningkatan performa untuk berbagai kebutuhan.
Dukungan tersebut diperkirakan akan memberikan keuntungan pada aktivitas multitasking, gaming, hingga pemrosesan kecerdasan buatan secara langsung di perangkat.
Perbedaan juga ditemukan pada sektor penyimpanan. Varian Pro dikabarkan akan mendukung teknologi UFS 5.0, yang menawarkan kecepatan baca dan tulis lebih tinggi dibandingkan UFS 4.0 yang saat ini masih banyak digunakan pada smartphone flagship.
Dengan kombinasi LPDDR6 dan UFS 5.0, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro berpotensi menghadirkan pengalaman transfer data serta pemrosesan aplikasi yang lebih cepat.
Sama-Sama Dibuat dengan Fabrikasi 2 nm
Dari sisi manufaktur, kedua chipset tersebut diperkirakan akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2 nm milik TSMC.
Penggunaan teknologi manufaktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan performa sekaligus efisiensi daya dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan fabrikasi yang lebih kecil, Qualcomm juga berpotensi meningkatkan jumlah transistor dalam chipset tanpa harus meningkatkan konsumsi daya secara signifikan.
Untuk sektor grafis, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dikabarkan akan menggunakan GPU yang lebih bertenaga. GPU tersebut saat ini dirumorkan mengusung nama Adreno 850.
Qualcomm juga disebut akan kembali menghadirkan beberapa versi hasil binning, termasuk kemungkinan model dengan konfigurasi CPU 7-core yang ditujukan untuk segmen harga tertentu.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Bisa Dibanderol Lebih dari USD 300
Peningkatan teknologi yang dibawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro kemungkinan akan berdampak pada harga chipset tersebut.
Berdasarkan bocoran yang beredar, varian Pro disebut bisa memiliki harga lebih dari USD 300 per chip. Angka tersebut tentu cukup tinggi bagi produsen smartphone, terutama di tengah biaya pengembangan perangkat flagship yang terus meningkat.
Dengan skema tersebut, produsen yang ingin menghadirkan smartphone flagship dengan harga lebih terjangkau dapat memilih versi standar dengan dukungan LPDDR5X.
Sementara itu, merek yang mengincar performa tertinggi dapat menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dengan dukungan LPDDR6 dan UFS 5.0.
Jika informasi ini terbukti akurat, persaingan smartphone flagship Android pada 2027 berpotensi menjadi semakin menarik. Alih-alih seluruh perangkat premium menggunakan chipset dengan spesifikasi yang benar-benar identik, konsumen mungkin akan melihat perbedaan performa yang lebih jelas antara model flagship standar dan varian Ultra.
Menariknya, kedua perangkat tersebut bisa saja tetap menggunakan nama Snapdragon 8 Elite Gen 6, tetapi memiliki kemampuan yang cukup berbeda berkat teknologi memori dan penyimpanan yang digunakan.














