NASIONAL

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki 7 Juni 2026, Kolom Abu 1.500 Meter dan Status Waspada Ditetapkan

Avatar
9
×

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki 7 Juni 2026, Kolom Abu 1.500 Meter dan Status Waspada Ditetapkan

Sebarkan artikel ini
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi pada 7 Juni 2026, Abu Vulkanik Membumbung 1.500 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi pada 7 Juni 2026, Abu Vulkanik Membumbung 1.500 Meter

Media90.id – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Minggu (7/6/2026) pukul 09.23 WITA. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung.

Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu membumbung hingga ketinggian sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat hingga barat laut mengikuti arah angin yang bertiup di sekitar kawasan gunung.

Ads
close ads

Selain aktivitas visual berupa semburan abu, erupsi juga terekam jelas melalui peralatan seismograf. Data pengamatan menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 29,6 milimeter dengan durasi gempa letusan sekitar 104 detik.

Aktivitas seismik tersebut mengindikasikan adanya tekanan vulkanik yang cukup kuat di dalam tubuh Gunung Lewotobi Laki-laki. Karakter erupsi yang terjadi kali ini menunjukkan pola letusan eksplosif yang disertai sebaran abu tebal ke sejumlah wilayah di sekitar gunung.

Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat karena abu vulkanik dapat terbawa angin dan menjangkau kawasan permukiman dalam waktu relatif singkat. Sebaran abu juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang berada pada jalur arah angin.

Sehubungan dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan yang harus dipatuhi oleh masyarakat maupun wisatawan.

Masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Kawasan tersebut dinilai memiliki tingkat risiko tinggi terhadap berbagai potensi bahaya vulkanik.

Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung diharapkan hanya diperoleh dari instansi terkait dan otoritas kebencanaan.

Selain ancaman erupsi, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung juga diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi curah hujan tinggi. Risiko tersebut terutama mengancam wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai yang berhulu langsung dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.

Beberapa daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak aliran material vulkanik apabila hujan deras terjadi di kawasan puncak gunung.

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat partikel abu vulkanik yang berukuran sangat halus.

Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Selain itu, abu juga dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas transportasi di wilayah terdampak.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memantau perkembangan aktivitas gunung secara berkala.

PVMBG juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan unsur penanggulangan bencana setempat untuk memastikan informasi terbaru dapat segera diteruskan kepada masyarakat.

Hingga saat ini, status kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus dipantau. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik maupun potensi bencana turunan lainnya.

Tinggalkan Balasan