Media90 – Aktivitas vulkanik kembali terpantau di Gunung Dukono pada Jumat pagi, 10 April 2026. Letusan terjadi sekitar pukul 08.09 WIT dengan kolom abu yang cukup tinggi serta intensitas tebal.
Berdasarkan hasil pengamatan, tinggi kolom abu tercatat sekitar 1.200 meter di atas puncak, atau setara ±2.287 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan arah sebaran menuju timur laut.
Erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi sekitar 68 detik. Aktivitas ini menunjukkan bahwa Gunung Dukono masih berada dalam fase erupsi yang cukup aktif.
Gunung Dukono sendiri dikenal sebagai gunung api dengan aktivitas erupsi yang relatif sering terjadi. Letusan yang bersifat periodik membuat sebaran abu vulkanik tidak menentu karena sangat dipengaruhi oleh arah angin di sekitar kawasan tersebut.
Zona Berbahaya Radius 4 Km
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 km dari Kawah Malupang Warirang. Area tersebut merupakan zona rawan karena berpotensi terdampak langsung material erupsi.
Selain bahaya di sekitar kawah, warga juga diminta mewaspadai abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat dianjurkan, khususnya saat terjadi hujan abu.
Dengan karakter erupsi yang terjadi secara berkala, kewaspadaan menjadi hal utama bagi warga di sekitar Gunung Dukono. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi serta mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.














