Media90 – Aktivitas vulkanik di Gunung Dukono kembali menunjukkan peningkatan. Gunung yang berada di Maluku Utara ini dilaporkan mengalami erupsi pada Rabu, 1 April 2026 pukul 05.59 WIT.
Hingga laporan ini disusun, erupsi masih berlangsung, menandakan aktivitas magma di dalam gunung masih aktif dan perlu diwaspadai.
Kolom Abu Capai 900 Meter
Letusan Gunung Dukono menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 900 meter di atas puncak, atau sekitar 1.987 meter di atas permukaan laut.
Abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Sebaran abu mengarah ke timur, mengikuti arah angin saat erupsi terjadi.
Potensi Dampak yang Perlu Diwaspadai
Erupsi yang masih berlangsung ini berpotensi menyebabkan paparan abu vulkanik di wilayah sekitar. Mengingat karakter erupsi Gunung Dukono yang terjadi secara periodik, sebaran abu dapat berubah-ubah tergantung kondisi angin.
Hal ini membuat wilayah terdampak tidak selalu sama, sehingga masyarakat diminta untuk tetap siaga setiap saat.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau untuk:
- Tidak melakukan aktivitas, pendakian, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 km dari puncak
- Menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan arah sebaran abu vulkanik
Langkah-langkah tersebut penting guna melindungi diri dari dampak abu yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Masyarakat di wilayah Maluku Utara juga diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak erupsi, sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan aman.














