Media90 – Suasana perayaan kemenangan Persib Bandung di kawasan Jalan Karapitan, Bandung, mendadak berubah mencekam setelah terjadi aksi penganiayaan pada Minggu malam (18/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Insiden tersebut diduga melibatkan dua pria tak dikenal yang disebut berada dalam kondisi mabuk. Keduanya diduga tiba-tiba menyerang warga yang tengah menyaksikan konvoi perayaan kemenangan tim kebanggaan Kota Bandung tersebut.
Kabar kejadian ini dengan cepat menyebar di media sosial setelah seorang warga melaporkan insiden tersebut melalui pesan langsung di Instagram. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa salah satu korban mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam.
Korban kemudian langsung dilarikan ke RS Muhammadiyah untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Saat kejadian, korban diketahui sedang berada di lokasi untuk menyaksikan konvoi sebelum aksi penyerangan terjadi secara tiba-tiba.
Situasi di sekitar lokasi sempat panik. Warga yang sebelumnya larut dalam euforia perayaan kemenangan Persib tidak menyangka akan terjadi aksi kekerasan di tengah keramaian.
Usai kejadian, dua pria yang diduga sebagai pelaku pembacokan disebut berusaha melarikan diri. Namun, salah satu terduga pelaku berhasil diamankan oleh warga sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
Saat ini, pelaku tersebut telah berada di Polsek Lengkong untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pencarian aparat.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap serta motif di balik aksi penganiayaan tersebut.
Peristiwa ini langsung menjadi perhatian warganet, khususnya para pendukung Persib Bandung. Banyak yang menyayangkan terjadinya aksi kekerasan di tengah suasana perayaan yang seharusnya penuh kegembiraan.
Sejumlah pengguna media sosial juga berharap agar aparat segera menangkap seluruh pelaku dan memastikan keamanan tetap terjaga dalam setiap kegiatan publik.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan saat mengikuti konvoi maupun perayaan di ruang publik, agar momen kebersamaan tidak berubah menjadi situasi yang merugikan banyak pihak.














