Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono kembali meningkat pada Rabu pagi, 20 Mei 2026.
Gunung api yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara tersebut dilaporkan mengalami erupsi sekitar pukul 07.01 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 1.500 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan pengamatan aktivitas vulkanik, kolom erupsi terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.
Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah utara dan timur laut mengikuti arah angin saat letusan berlangsung.
Hingga laporan diterbitkan, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih terus berlangsung sehingga masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di sekitar Gunung Dukono.
Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas, pendakian, maupun mendekati area Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat diminta selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik yang sewaktu-waktu dapat turun di wilayah permukiman.
PVMBG menjelaskan bahwa letusan Gunung Dukono merupakan aktivitas yang terjadi secara periodik. Sebaran abu vulkanik juga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung arah dan kecepatan angin.
Karena itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Dukono serta mengikuti arahan petugas dan pemerintah setempat.
Gunung Dukono sendiri dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan karakter erupsi yang relatif sering terjadi.
Aktivitas vulkaniknya kerap menghasilkan kolom abu yang berdampak pada wilayah di sekitar Halmahera Utara dan sekitarnya.














