Media90.id – Aktivitas Gunung Semeru kembali menjadi perhatian setelah tercatat mengalami belasan kali erupsi dalam periode pengamatan terbaru. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, hingga aliran lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Berdasarkan laporan pengamatan, kondisi visual Gunung Semeru sempat terlihat jelas sebelum tertutup kabut tipis hingga sedang. Cuaca di sekitar gunung terpantau berawan sampai mendung dengan arah angin lemah menuju tenggara.
Meski asap kawah tidak terlihat, aktivitas kegempaan menunjukkan Gunung Semeru masih sangat aktif. Dalam periode pemantauan terbaru, petugas mencatat sebanyak 15 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo antara 15 hingga 22 mm dan durasi gempa mencapai hampir tiga menit.
Selain itu, aktivitas vulkanik lainnya juga terekam berupa tiga kali gempa hembusan serta satu kali gempa harmonik. Tercatat pula dua kali gempa tektonik jauh yang turut terdeteksi selama pengamatan berlangsung.
PVMBG menegaskan bahwa masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Wilayah tersebut dinilai rawan terdampak awan panas guguran dan aliran lahar vulkanik.
Warga juga diminta menghindari area sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi Besuk Kobokan karena potensi perluasan aliran material vulkanik dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Semeru juga dilarang karena berisiko terkena lontaran material pijar apabila terjadi erupsi eksplosif.
PVMBG turut mengingatkan potensi bahaya lain berupa awan panas, guguran lava, serta lahar hujan di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Kawasan yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, hingga anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diimbau terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah guna mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu dapat berubah.














