Media90.id – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Kamis (11/6/2026) pagi. Erupsi terjadi sekitar pukul 05.27 WIB dan memunculkan kolom abu yang terpantau membumbung tinggi di atas puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan laporan pengamatan, tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 500 meter dari puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut. Kolom abu vulkanik tersebut terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah selatan.
Petugas pengamatan melaporkan bahwa aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan diterbitkan. Dalam keterangan resminya disebutkan:
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 11 Juni 2026, pukul 05:27 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.”
Seiring meningkatnya aktivitas vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk mematuhi seluruh rekomendasi dari otoritas terkait demi keselamatan bersama.
Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari area sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak memasuki kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap lontaran material pijar yang membahayakan keselamatan.
Potensi Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Selain aktivitas erupsi yang masih berlangsung, sejumlah potensi bahaya lain juga perlu diwaspadai oleh masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru.
Ancaman awan panas guguran, aliran lava, dan lahar hujan dapat terjadi di sejumlah sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Selain itu, sungai-sungai kecil yang merupakan anak aliran Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur lahar apabila terjadi hujan di kawasan puncak.
Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari instansi berwenang serta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas Gunung Semeru.














