Media90 – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Semeru pada Kamis pagi, 9 April 2026. Letusan tersebut memunculkan kolom abu cukup tinggi dan memicu peringatan bagi masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana.
Erupsi Terjadi Pagi Hari, Abu Mengarah ke Timur Laut
Berdasarkan laporan resmi, erupsi terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Tinggi kolom letusan terpantau mencapai kurang lebih 800 meter dari puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.
Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut. Aktivitas ini juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm serta durasi gempa selama 112 detik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini masih fluktuatif dan perlu diwaspadai.
Zona Bahaya Semeru: Wilayah yang Harus Dihindari
Sebagai langkah mitigasi, sejumlah rekomendasi penting telah dikeluarkan guna melindungi masyarakat dari potensi bahaya lanjutan.
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Bahkan di luar radius tersebut, warga juga diminta menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter karena risiko aliran lahar dapat meluas hingga 17 kilometer.
Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah atau puncak harus steril dari aktivitas warga. Area ini sangat rawan terhadap lontaran material pijar yang dapat membahayakan keselamatan.
Tak hanya abu vulkanik, potensi bahaya lain juga perlu diwaspadai, seperti awan panas, guguran lava, serta aliran lahar. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian utama antara lain aliran sungai yang berhulu dari puncak, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Sungai-sungai kecil yang terhubung dengan aliran utama juga berpotensi menjadi jalur lahar, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.
Imbauan Penting untuk Warga Sekitar
Masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak mendekati zona berbahaya yang telah ditentukan.
Kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat aktivitas erupsi dapat berubah sewaktu-waktu. Warga juga disarankan menggunakan masker untuk menghindari dampak abu vulkanik serta menyiapkan langkah evakuasi jika diperlukan.














