Media90 – Informasi terkait pendaftaran bantuan sosial (bansos) kembali viral di media sosial. Kali ini, sebuah akun di Facebook bernama “Fikri Bansos” menyebarkan klaim bahwa masyarakat bisa mendapatkan Kartu KKS hanya dengan membalas komentar “hadir”.
Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.
Unggahan tersebut ramai diperbincangkan sejak Sabtu, 4 April 2026. Dalam narasinya, akun tersebut mengaku sebagai petugas resmi bantuan sosial dan menawarkan bantuan pengiriman KKS bagi masyarakat yang belum menerima bansos.
Tak tanggung-tanggung, hingga 9 April 2026, unggahan itu telah meraih lebih dari 15.000 tanda suka, 27.000 komentar, dan 1.300 kali dibagikan. Tingginya interaksi menunjukkan banyak masyarakat yang percaya dan tertarik dengan informasi tersebut.
Terbukti Rekayasa AI, Probabilitas 99,9%
Dilansir dari TurnBackHoax, konten tersebut dianalisis menggunakan alat deteksi AI dan dinyatakan sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan tingkat probabilitas mencapai 99,9 persen.
Artinya, video dan narasi yang beredar sangat besar kemungkinan bukan informasi asli atau resmi.
Penelusuran lebih lanjut juga menunjukkan tidak ada sumber resmi yang membenarkan klaim pendaftaran bansos melalui media sosial seperti Facebook. Program bantuan sosial resmi hanya disalurkan melalui jalur yang telah ditetapkan pemerintah.
Cara Resmi Daftar Bansos
Mengacu pada informasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, masyarakat yang ingin mendaftar bansos dapat mengikuti prosedur berikut:
- Datang langsung ke kantor desa atau kelurahan dengan membawa KTP dan KK
- Mengajukan pendaftaran melalui aplikasi resmi Cek Bansos pada menu “Daftar Usulan”
Data tersebut nantinya akan diverifikasi dan dimasukkan ke dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
Imbauan untuk Tetap Waspada
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial, apalagi yang meminta tindakan cepat seperti komentar atau pengisian data pribadi.
Hoaks semacam ini berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk tujuan penipuan. Oleh karena itu, penting untuk selalu memastikan informasi berasal dari sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.














