Media90.id – Warga Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dikejutkan oleh peristiwa yang terjadi di sebuah warung angkringan pada Sabtu (13/6/2026) malam.
Seorang perempuan yang bekerja sebagai penjual di kedai tersebut mengalami luka bakar serius dan hingga kini masih menjalani perawatan medis intensif. Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah rekaman video upaya penyelamatan korban beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga berupaya memberikan pertolongan darurat dengan memadamkan api yang membakar tubuh korban. Setelah api berhasil dipadamkan, korban segera dievakuasi oleh warga dan petugas ke fasilitas kesehatan terdekat.
Korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Karang Mulya sebelum kemudian dirujuk ke RS Hanau karena kondisi luka bakar yang cukup serius dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, korban dilaporkan mengalami luka bakar hingga 80 persen dan masih dalam perawatan intensif sehingga belum dapat dimintai keterangan oleh penyidik.
Berdasarkan informasi sementara, korban dan terduga pelaku diketahui berasal dari Lombok. Namun, identitas lengkap keduanya belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
Kejadian tersebut diduga bermula saat korban sedang berjualan di angkringan pada Sabtu sekitar pukul 18.30 WIB. Tidak lama kemudian, terduga pelaku datang ke lokasi dan sempat terjadi perselisihan antara keduanya.
Usai kejadian itu, korban mengalami luka bakar serius dan berusaha meminta pertolongan dari warga sekitar.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara lengkap kronologi, motif, serta memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti juga terus dilakukan guna mendukung proses hukum.
Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi mengenai motif maupun kronologi kejadian sebelum adanya keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik secara damai dan sesuai jalur hukum tanpa menggunakan kekerasan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan informasi awal dari keterangan aparat, saksi, dan sumber yang tersedia saat berita ditulis.
Seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak tertentu masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dianggap sebagai kesimpulan hukum.
Redaksi tidak bermaksud menggiring opini publik maupun menyimpulkan motif dan kronologi akhir kejadian sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Apabila terdapat pihak yang memiliki klarifikasi atau hak jawab terkait pemberitaan ini, redaksi membuka ruang sesuai ketentuan jurnalistik yang berlaku.
Pembaca diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menghormati privasi korban dan keluarga yang terdampak oleh peristiwa ini.














