NASIONAL

Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 800 Meter

Novta Tria
7
×

Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 800 Meter

Sebarkan artikel ini
Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Kolom Abu Membumbung hingga 800 Meter

Media90.id – Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Kamis (6/8/2026) pagi. Dalam waktu kurang dari 10 menit, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami dua kali erupsi dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 800 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan petugas pemantauan gunung api, kedua erupsi menghasilkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang bergerak ke arah utara.

Ads
close ads

Erupsi Pertama Semburkan Abu Setinggi 800 Meter

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.40 WIB. Saat itu, kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 06 Agustus 2026, pukul 05.40 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ±800 meter di atas puncak (±4.476 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara,” demikian laporan petugas pemantauan.

Erupsi Kedua Terjadi Delapan Menit Kemudian

Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada pukul 05.48 WIB atau sekitar delapan menit setelah letusan pertama.

Pada erupsi kedua, kolom letusan terpantau mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 3.976 mdpl. Hingga laporan disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 06 Agustus 2026, pukul 05.48 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ±300 meter di atas puncak (±3.976 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis petugas.

Masyarakat Diimbau Patuhi Rekomendasi

Seiring meningkatnya aktivitas Gunung Semeru, masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan otoritas guna mengurangi risiko bencana.

Beberapa rekomendasi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
  • Di luar kawasan tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
  • Tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran material pijar.
  • Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak-anak sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Diminta Terus Ikuti Informasi Resmi

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Semeru maupun di daerah aliran sungai yang berhulu di gunung tersebut diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik melalui informasi resmi.

Kepatuhan terhadap rekomendasi dari otoritas menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru dalam beberapa waktu ke depan.

Informasi mengenai tinggi kolom abu, arah sebaran, maupun status aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil pemantauan terbaru. Oleh karena itu, masyarakat diminta hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh PVMBG, Badan Geologi, BPBD, maupun instansi terkait lainnya serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *