Media90 – Media sosial tengah dihebohkan oleh video seorang pria yang mengamuk di halaman Polsek Wajo, Kota Makassar. Aksi pria ini langsung menyita perhatian publik karena dinilai berbahaya.
Dalam rekaman yang beredar luas, pria tersebut terlihat membawa obeng dan mengancam petugas kepolisian. Situasi sempat memanas hingga beberapa anggota polisi terpaksa berlari menghindari serangan.
Ancaman Obeng Bikin Polisi Kocar-Kacir
Pria itu tampak tidak terkendali saat berada di area kantor polisi. Ia berteriak-teriak sambil mengacungkan obeng ke arah petugas, membuat suasana di lokasi menjadi tegang. Beberapa polisi memilih menjauh demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Peristiwa ini pun dengan cepat viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi netizen.
Kronologi Kejadian
Kasubsi Penmas Humas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Minggu, 22 Maret.
Menurut keterangan Adil, insiden ini bermula dari kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil milik pria tersebut pada Kamis, 19 Maret. Sejak itu, mobilnya diamankan pihak kepolisian sebagai bagian dari penanganan kasus kecelakaan.
Tak terima kendaraannya belum dikembalikan, pria tersebut terus mendatangi Polsek Wajo setiap malam. Bahkan, ia sempat tidur di area kantor polisi dengan harapan mobilnya segera diserahkan kembali.
Karena keinginannya tak kunjung terpenuhi, emosi pria tersebut memuncak hingga akhirnya melakukan aksi mengamuk yang viral tersebut.
Dari informasi yang beredar, pria itu diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor pemicu perilaku agresifnya saat berada di lingkungan Polsek.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap menangani kejadian ini dengan hati-hati untuk menghindari risiko lebih besar.
Reaksi Netizen
Video viral ini memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian merasa khawatir terhadap keselamatan petugas, sementara yang lain menunjukkan empati terhadap kondisi pria tersebut. Banyak yang berharap penanganan terhadap orang dengan gangguan mental bisa dilakukan secara lebih tepat dan manusiawi.














