NASIONAL

Viral Video Diduga Sudarno Tim Ahli Gubernur Kaltim Merokok Saat Sosialisasi Gratispol, Netizen Geram

Avatar
26
×

Viral Video Diduga Sudarno Tim Ahli Gubernur Kaltim Merokok Saat Sosialisasi Gratispol, Netizen Geram

Sebarkan artikel ini
Heboh Sosok Diduga Sudarno Tim Ahli Gubernur Kaltim Terekam Merokok Saat Acara Gratispol

Media90 – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh kontroversi yang melibatkan sosok Sudarno.

Video yang menampilkan dirinya tengah menyampaikan informasi pendidikan justru menuai kritik luas dari publik. Alih-alih fokus pada isi pesan, perhatian netizen justru tertuju pada sikapnya di awal video.

Ads
close ads

Sosialisasi Program Gratispol Berujung Kontroversi

Dalam video yang beredar di platform X dan Threads sejak 7 April 2026, Sudarno terlihat hendak menjelaskan program bantuan pendidikan Gratispol.

Program ini merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang ditujukan untuk membantu pelajar dan mahasiswa.

Namun sebelum masuk ke inti penjelasan, Sudarno terlihat santai menghembuskan asap rokok ke arah kamera. Aksi tersebut langsung memicu reaksi keras dari netizen.

Banyak pihak menilai perilaku itu tidak mencerminkan sikap seorang pejabat atau perwakilan pemerintah, terutama karena materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan dunia pendidikan dan generasi muda.

Beberapa komentar juga menyoroti pentingnya keteladanan dalam menyampaikan pesan publik, khususnya kepada pelajar. Akibatnya, program Gratispol yang seharusnya menjadi fokus utama justru tenggelam oleh kontroversi tersebut.

Padahal, kebijakan bantuan pendidikan ini dinilai penting karena memberikan dukungan biaya bagi masyarakat Kalimantan Timur. Namun, cara penyampaian yang dianggap kurang tepat membuat pesan utama tidak tersampaikan secara maksimal.

Desakan Klarifikasi dari Publik

Hingga saat ini, video tersebut masih beredar luas dan terus menuai respons negatif dari warganet. Sebagian masyarakat mendesak adanya klarifikasi atau tindakan dari pihak terkait atas etika komunikasi publik dalam video tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, setiap tindakan di ruang publik dapat dengan cepat menjadi sorotan luas dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan